Saat menyebut diksi ‘tegak lurus’ dan ‘merah’, Alam tersenyum seakan penuh arti.
Ia juga membicarakan soal ayahnya yang dinilai tidak kompak dengan Mahfud dalam berpakaian selama proses Pemilu 2024. Dirinya mencontohkan bagaimana baliho bergambar Ganjar-Mahfud di jalan-jalan protokol.
"Mungkin kalau teman-teman lihat baliho-baliho di pinggir jalan tuh, Bapak sama Prof Mahfud kayak enggak telponan ya, bajunya tuh beda terus, yang satu hitam, yang satu putih," kata Alam yang diiringi riuh tawa hadirin.
Baca Juga: Cak Imin Full Senyum Potong Tumpeng di IKN, Disindir Gibran Jadi Cawapres Perubahan: Nggak Konsisten
Ganjar tampak santai dan sesekali tersenyum melihat anaknya sendiri sedang meroasting dirinya.
Yang lebih menarik ketika Ganjar kembali menghadapi roastingan para komika. Kali ini Oza dan Sastra yang mendapat kesempatan tampil membawakan sejumlah materi.
Oza berujar bahwasanya roasting merupakan teknik penghormatan bukan mengkritik sungguhan. Oza yang kerap kali mengambil pekerjaan sebagai MC merasa lebih baik karena profesi yang jujur.
“MC itu kan pekerjaan yang jujur, bukan pekerjaan yang curang. Karena yang curang itu MK,” seloroh Oza. “Bisa aja MK,” sahut Sastra. “Tahu ga singkatan MK? Membantu Keponakan,” gurau Sastra.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kilat.com
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai