Tak hanya sekali. Kepercayaan itu kembali datang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menunjuknya lagi sebagai Menteri Pertahanan untuk periode 2004-2009. Sebelumnya, di masa pemerintahan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie, Juwono juga pernah memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Karir diplomatiknya pun tak main-main. Ia pernah ditugaskan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Inggris, sebuah posisi yang diembannya hingga tahun 2004.
Lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 5 Maret 1942, darah politik sepertinya mengalir dari ayahnya, Sudarsono, yang pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Latar belakang pendidikannya sangat mentereng. Juwono menimba ilmu di Universitas Indonesia, lalu melanjutkan ke Institute of Social Studies di Den Haag. Gelar Master dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat, dan akhirnya gelar Doktor dari London School of Economics and Political Science menyempurnakan perjalanan intelektualnya.
Kepergiannya adalah akhir dari sebuah babak penting. Sebuah babak di mana transisi demokrasi dan reformasi sektor pertahanan menemukan salah satu pelakunya yang paling berpengaruh.
Artikel Terkait
AS Siap Gelar Pertemuan dengan Iran Pekan Ini, Sinyal Damai Muncul di Tengah Konflik
Bapanas Pantau Pasar Makassar, Harga Pangan Pokok Kembali Stabil
ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Penyeberangan ke Siwa-Kolaka Sampai 10 April 2026
Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tiba di Rumah Duka di Pondok Pinang