Sayangnya, saat petugas tiba sekitar pukul enam sore, kapal sudah dalam kondisi karam. Mereka justru menemukan semua penumpang sudah berkumpul di daratan, terlihat lelah tapi utuh. Proses evakuasi dari pulau baru benar-benar dimulai pukul setengah sembilan malam, menunggu kondisi yang dianggap lebih aman.
Perjalanan laut yang melelahkan akhirnya berujung di Pelabuhan Tanjung Tiram. Kapal penyelamat membawa para korban tiba pada dini hari Selasa, tepatnya pukul 02.30 WIB. Suasana haru menyambut kedatangan mereka.
Unsur Forkopimda, termasuk Bupati dan Kapolres Batubara, sudah menunggu di dermaga. Selain bantuan logistik, ada juga ritual adat 'upah-upah' untuk menenangkan jiwa para korban yang masih trauma. Rombongan wisatawan asal Medan dan Pekanbaru itu kemudian dipulangkan dengan bus yang disediakan pemkab.
Sementara para korban sudah kembali ke keluarga, penyelidikan justru baru dimulai. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan ini.
Hendrico juga menyelipkan imbauan. "Masyarakat harus lebih hati-hati. Periksa kelayakan kapal dan prioritaskan keselamatan sebelum berwisata laut," pesannya. Sebuah pengingat yang terasa sangat relevan setelah peristiwa menegangkan ini.
Artikel Terkait
TNI Mutasi 35 Perwira, Mayjen Lucky Avianto Pimpin Kogabwilhan III
Raphinha dan Vinicius Jr Kompak di Pemusatan Latihan Timnas Brasil
Komposer Legendaris Lebo M Gugat Komedian Zimbabwe Rp 400 Miliar Atas Parodi The Lion King
Mohamed Sahah Resmi Tinggalkan Liverpool Lewat Surat Terbuka yang Haru