Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran

- Senin, 23 Maret 2026 | 16:00 WIB
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran

Memang, kebutuhan beras kita sekitar 2,59 juta ton per bulan. Sementara produksi bulanan bisa berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton. Jelas, posisinya surplus.

Tak cuma beras, komoditas strategis lain juga dalam kondisi serupa. Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, sejumlah barang pokok tercatat surplus. Beras surplus 17,2 juta ton. Cabai rawit ada kelebihan 105 ribu ton. Untuk daging ayam, angkanya 727 ribu ton. Bawang merah pun surplus 57 ribu ton.

Bicara soal cabai, kondisi Maret ini juga memberi angin segar. Produksi cabai rawit merah surplus sekitar 46.868 ton, sementara cabai besar surplus 8.282 ton. Wajar saja kalau harga cabai di pasar mulai stabil, bahkan cenderung melandai.

"Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir," tegas Amran.

Prinsipnya jelas. Pemerintah harus menjaga keseimbangan yang pas. Harga pangan tidak boleh membebani masyarakat, tapi juga jangan sampai merugikan petani yang sudah bersusah payah.

"Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu," jelasnya.

Untuk itu, pengawasan harga dilakukan secara ketat, melibatkan banyak sektor. Tujuannya, mencegah praktik penimbunan atau permainan harga, terutama di bulan Ramadan dan jelang Lebaran ini.

Dengan kondisi yang kuat ini, Amran berharap Idulfitri tahun ini menjadi momen kebahagiaan bagi semua pihak dalam rantai pangan.

"Lebaran tahun ini kita syukuri bersama. Produksi baik, stok cukup, harga stabil. Petani tetap berproduksi, pedagang bisa berdagang, masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau."

"Lebaran tahun ini adalah kemenangan untuk semua, selamat merayakan Idulfitri, berkah untuk semua," tutupnya.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar