Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral

- Rabu, 18 Maret 2026 | 13:00 WIB
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral

2. Tawur Kesanga dan Pawai Ogoh-Ogoh

Sehari sebelum Nyepi, tepatnya Rabu 18 Maret 2026, dilaksanakan Tawur Kesanga. Ritual dengan sesajen ini bertujuan menetralisir energi negatif dan menciptakan harmoni.

Di hari yang sama, suasana berubah ramai oleh pawai ogoh-ogoh. Patung raksasa yang melambangkan sifat buruk manusia amarah, keserakahan ini diarak keliling sebelum akhirnya dibakar. Filosofinya dalam: kita diajak membakar sifat buruk sebelum masuk ke dalam keheningan.

3. Puncak: Hari H yang Hening

Kemudian tibalah puncaknya, Kamis 19 Maret 2026. Seluruh pulau seperti menarik napas panjang. Aktivitas terhenti, lampu dipadamkan, dan kesunyian menyelimuti. Inilah momen paling sakral untuk meditasi dan pendekatan spiritual. Menariknya, dampaknya terasa nyata bagi lingkungan: polusi udara dan suara turun drastis.

4. Penutup: Ngembak Geni

Setelah 24 jam hening, pada Jumat 20 Maret, umat merayakan Ngembak Geni. Ini adalah waktu untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memulai lembaran baru dengan hati yang lebih bersih. Keluarga saling berkunjung, merajut kembali kebersamaan.

Nilai-nilai universal dalam Nyepi sebenarnya relevan untuk siapa saja. Di kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi, konsep "berhenti sejenak" justru jadi barang langka. Nyepi mengajarkan kita untuk mengendalikan diri, menenangkan pikiran, dan kembali menyadari hal-hal yang esensial.

Maka tak mengherankan, banyak orang di luar umat Hindu pun merasakan manfaat dari suasana ini. Sebuah kesempatan berharga untuk mereset diri, sekaligus merenung.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar