Namun begitu, Cremonese tak sepenuhnya menyerah. Mereka bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-57. David Okereke yang jadi pahlawan sementara, memanfaatkan umpan dari Federico Ceccherini. Gol itu sempat membawa angin segar dan harapan bagi suporter tuan rumah.
Tapi harapan itu pupus dengan cepat. Fiorentina, dengan kualitas yang memang lebih baik, kembali meredam perlawanan. Di menit ke-70, giliran Albert Gudmundsson yang membungkam stadion. Ia mencetak gol keempat, sekaligus mengunci kemenangan, setelah berkolaborasi dengan Roberto Piccoli. Skor 4-1 bertahan hingga akhir.
Sorotan untuk Sang Pengendali
Kalau mau bicara bintang, sorotan utama pasti ke arah Albert Gudmundsson. Pemain ini bukan cuma cetak gol. Ia juga mendistribusi assist dan jadi pengendali serangan yang sangat vital. Performanya hari ini hampir sempurna.
Kemenangan ini jelas sangat berharga bagi Fiorentina. Di sisi lain, bagi Cremonese, hasil ini adalah pukulan telak. Mereka semakin terperosok di zona merah klasemen, sementara Fiorentina makin kokoh di papan atas. Perbedaan kualitas dan kedalaman skuad benar-benar terlihat nyata di lapangan.
Artikel Terkait
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai