Kalau merujuk pada perhitungan astronomi, posisi hilal di Indonesia pada 29 Ramadan nanti diperkirakan sudah di atas ufuk. Angkanya bervariasi, dari sekitar 0 derajat 54 menit sampai 3 derajat 7 menit. Sementara itu, sudut elongasinya diprediksi antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit.
Ijtimak atau bulan baru secara astronomis sendiri diperkirakan terjadi lebih dulu, sekitar pukul 08.23 WIB di tanggal yang sama. Namun begitu, pemerintah tak mau gegabah. Mereka tetap akan menunggu hasil pengamatan matahari terbenam secara langsung. Rukyatul hilal itulah yang jadi penentu akhir.
“Penetapan awal Syawal akan diputuskan setelah menerima laporan rukyatul hilal dari seluruh wilayah Indonesia dan dibahas dalam sidang isbat,” tegas Abu Rokhmad.
Pengamatan di Seratusan Titik
Untuk memastikan data yang masuk akurat, Kemenag sudah menyiapkan pemantauan di 117 lokasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pengamatan ini tak cuma melibatkan kantor Kemenag di daerah, tapi juga Pengadilan Agama dan organisasi masyarakat Islam setempat.
Semua laporan dari titik pengamatan itu nantinya akan dikumpulkan. Hasilnya jadi bahan pertimbangan utama dalam sidang tertutup. Baru setelah pembahasan mendalam, keputusan resmi kapan Idul Fitri 1447 H dirayakan akan diumumkan ke publik. Prosesnya memang panjang, tapi ini semua demi menjaga kesatuan dan ketepatan.
Artikel Terkait
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai