MURIANETWORK.COM - Umat Islam di Medan dan sekitarnya yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan dapat merujuk pada jadwal imsakiyah resmi untuk hari Senin, 23 Februari 2026. Informasi waktu imsak dan subuh ini penting sebagai panduan menentukan batas akhir makan sahur, sementara waktu magrib menandai awal berbuka puasa. Memperhatikan ketentuan waktu merupakan bagian dari upaya menjalankan ibadah puasa dengan lebih tertib dan khusyuk.
Jadwal Imsakiyah Medan 23 Februari 2026
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, berikut adalah pembagian waktu ibadah untuk wilayah Medan pada tanggal tersebut:
Imsak: 05.12 WIB.
Subuh: 05.22 WIB
Magrib: 18.43 WIB
Perbedaan sepuluh menit antara waktu imsak dan subuh memberikan ruang bagi umat untuk menyempurnakan sahur dan mempersiapkan diri menunaikan shalat.
Memahami Batas Akhir Sahur
Dalam syariat Islam, batas dimulainya puasa ditandai dengan terbitnya fajar shadiq. Ketentuan ini memberikan panduan yang jelas kapan aktivitas makan dan minum harus dihentikan. Landasan utamanya merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an.
"وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ"
Artinya: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS Al-Baqarah: 187).
Ayat ini menjadi pedoman utama bahwa batas akhir sahur adalah saat cahaya fajar mulai menyingsing di ufuk timur, yang dalam praktiknya di Indonesia diseragamkan melalui penetapan waktu imsak.
Keutamaan dan Tata Cara Sahur
Sahur bukan sekadar aktivitas makan di dini hari, tetapi mengandung keberkahan dan fungsi menjaga stamina selama berpuasa. Meski hukumnya sunnah, para ulama sangat menganjurkannya. Bahkan, jika seseorang terlambat bangun dan waktunya sangat mepet, dianjurkan untuk tetap sahur walau hanya dengan seteguk air.
Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk mengakhirkan waktu sahur mendekati MURIANETWORK.COM, sebagaimana tercermin dalam sebuah hadits.
Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu`, "Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur." (HR Ahmad: 1/547).
Praktik mengakhirkan sahur ini selaras dengan jadwal yang berlaku, di mana waktu imsak menjadi penanda untuk segera menghentikan santap sahur dan bersiap menuju waktu subuh.
Membaca Niat Puasa Ramadhan
Selain memperhatikan waktu, kesempurnaan ibadah puasa juga ditopang oleh niat. Bagi yang belum sempat membaca niat di malam hari, dapat melafalkannya saat sahur sebelum waktu imsak tiba. Berikut lafaz niat puasa Ramadhan:
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
Nawaitu shouma ghodin 'an adaain fardhi syahri romadhooni haadzihissanati lillahi ta'aala
Artinya: "Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah SWT."
Dengan memperhatikan ketepatan waktu, mengisi sahur dengan makanan bergizi, dan meluruskan niat, diharapkan ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih optimal dan penuh makna.
Artikel Terkait
Anggota Polri Meninggal dengan Luka Mencurigakan, Propam Polda Sulsel Lakukan Visum dan Pemeriksaan
Aktivis HAM Soroti Ironi Anggaran Negara Usai Tragedi Anak Meninggal karena Tak Mampu Beli Alat Tulis
AC Milan Tersungkur di San Siro, Kalah 0-1 dari Parma
Pakar Hukum Soroti Daya Paksa dan Krisis Kepercayaan Publik pada Aparat