MURIANETWORK.COM - Bagi pelancong yang ingin merasakan sisi lain Toraja di luar rumah adat Tongkonan dan pemandangan pegunungan, Tilanga Natural Pool menawarkan pengalaman yang berbeda. Kolam alami dengan air jernih kebiruan ini menjadi tempat relaksasi yang menyegarkan, dengan suasana asri dan cerita rakyat yang memikat. Terletak di Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, destinasi ini dapat dicapai dengan perjalanan singkat dari pusat kota Makale.
Kejernihan Air Pegunungan yang Menyegarkan
Hal pertama yang langsung menarik perhatian saat tiba di Tilanga adalah kejernihan airnya. Sumbernya berasal langsung dari mata air pegunungan, membuat dasar kolam dan kawanan ikan kecil di dalamnya terlihat jelas. Suhu airnya memang dingin, namun justru sensasi inilah yang dinanti banyak pengunjung setelah menempuh perjalanan. Berendam di sini memberikan efek relaksasi yang luar biasa. Suasananya yang masih asri dan cenderung sepi juga cocok bagi mereka yang menginginkan ketenangan.
Warisan Alam Purba di Sarira
Tilanga bukan sekadar kolam renang biasa. Lokasi ini diyakini sebagai kolam purba yang terbentuk secara alami. Untuk menikmatinya, pengunjung dikenakan biaya masuk yang sangat terjangkau, sekitar Rp10.000 per orang. Sekeliling kolam dipayungi rimbunnya pohon bambu dan pepohonan besar, menciptakan nuansa sejuk dan teduh. Uniknya, mata air di sini tak pernah kering, bahkan di musim kemarau sekalipun.
Kawasan ini memiliki tiga kolam dengan dinding batu gamping alami. Kolam utamanya sering terlihat dangkal, namun sebenarnya sangat dalam. Beberapa warga lokal bahkan memperkirakan kedalamannya bisa mencapai 8 hingga 10 meter.
"Kedalamannya itu nyata. Banyak dari kami yang melompat dari dahan pohon setinggi 10 meter dan tidak pernah menyentuh dasarnya," tutur seorang warga, menggambarkan keberanian masyarakat setempat.
Legenda Masapi, Sang Penunggu Kolam
Dayatarik Tilanga tidak hanya bersifat visual, tetapi juga kultural. Kolam ini erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat mengenai Masapi, seekor belut endemik purba yang diyakini bertelinga dan menjadi penunggu tempat ini. Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa "raja Masapi" akan keluar pada malam hari untuk membersihkan dedaunan yang jatuh ke kolam.
"Kepercayaan itu muncul karena kolam sering terlihat bersih di pagi hari, meski sore sebelumnya penuh dengan daun yang berguguran," jelasnya.
Ada pula varian Masapi berwarna putih atau belang, yang disebut Masapi Bonga. Konon, siapa pun yang berhasil melihatnya akan mendapat keberuntungan. Cerita-cerita semacam ini, meski belum terverifikasi secara ilmiah, telah menjadi bagian dari narasi wisata yang memperkaya pengalaman berkunjung dan memicu rasa penasaran banyak orang.
Menempuh Perjalanan dari Makassar
Untuk mencapai Tilanga dari Makassar, perjalanan darat yang perlu ditempuh memakan waktu sekitar 8 hingga 10 jam. Rute yang umum dilalui adalah melalui Maros, Parepare, dan Enrekang sebelum akhirnya memasuki kawasan Toraja. Perjalanan panjang ini terbayarkan dengan pemandangan pegunungan yang memukau sepanjang jalan. Setibanya di Rantepao atau Makale, perjalanan dilanjutkan dengan waktu tempuh sekitar 15-30 menit menuju lokasi. Akses yang relatif mudah dan panorama yang ditawarkan menjadikan Tilanga Natural Pool sebagai destinasi pelengkap yang layak dikunjungi saat berlibur ke Tanah Toraja.
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Palembang, Enam Orang Ditangkap
Longsor Putus Jalur Wamena-Kelila, Distribusi Logistik Papua Terancam
Makassar Tawarkan Wisata Religi Melalui Masjid-Masjid Ikoniknya
Kiper Muda Berdarah Indonesia Jalani Trial di Atletico Madrid