Selanjutnya, capture video dan berita bagi-bagi uang secara terang-terangan oleh Gus Miftah dengan adanya atribut capres 02. Serta, sejumlah peristiwa politisasi pembagian bansos, yang ditukar kontrak untuk mencoblos salah satu paslon.
Baca Juga: KONI Pusat Sebut Jateng akan Menghadapi Tantangan Berat dari Tiga Provinsi di PON Aceh Sumut
Dirinya juga menambahkan caption sebagai berikut: "Sebenarnya sih nggak pengen julid-julid banget ke paslon sebelah, tapi kok lama-lama nggak sadar diri malah tambah ngawur dan ugal-ugalan."
"Ngeri aja, semua amunisi dikerahkan, semua diterjunkan sampek nggak ada lagi adab dan etika demokrasi yang dipegang. Yang dibilang selalu biarkan rakyat yang menilai dan memilih, tapiiii….banyak pemaksaan, banyak intimidasi, banyak pelanggaran yang dinormalisasi. Apakah demokrasi macam begini yang dimau?"
"Nih tak kasih liat, rekapan ugal-ugalannya yang mereka lakukan…..
Saya hanya ingin bersuara, memperlihatkan bahwa ini fakta dan nyata. Pelanggaran demi pelanggaran terus dilakukan, dari joget-joget di kantor kementerian hingga gelontoran bansos yg luar biasa di tahun pemilu.
Gmn menurut kamu?" lanjutnya.
Tak hanya itu, Prihati Utami juga mempostin adanya seorang perwira militer Mayor Inf Teddy Indra Wijaya yang masuk barisan Prabowo saat debat capres. Mayor Inf Teddy Indra Wijaya sendiri merupakan seorang perwira menengah TNI, bertugas menjadi ajudan Menhan RI sejak tahun 2020.
Tak hanya itu, ada juga berbagai berita Presiden saat mendatangi setiap titik yang didatangi oleh paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo di Jawa Tengah.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jatengnetwork.com
Artikel Terkait
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus