“Informasi dari Korsatpel Kolaka, kapal terpaksa putar balik ke Pelabuhan Kolaka karena dianggap lebih dekat daripada harus ke Pelabuhan Bajoe,” jelas Ashri, petugas Korsatpel Bajoe, ketika dikonfirmasi mengenai insiden tersebut.
Keputusan ini, meski menyebabkan kerugian materi, dinilai sebagai langkah paling tepat untuk menghindari risiko yang lebih besar di tengah laut lepas. Kapal akhirnya berhasil kembali dengan selamat ke Kolaka.
Kerusakan Kendaraan dan Kondisi Penumpang
Pascainsiden, tim di lapangan segera melakukan penilaian dampak. Kerusakan material memang tidak terhindarkan. Belasan unit kendaraan, baik roda empat maupun roda dua, mengalami kerusakan akibat terbalik dan terbentur di dalam kapal.
“Untuk manifest kapal, belum ada informasi dari Korsatpel Kolaka,” tambah Ashri, menandai bahwa pendataan detail masih berlangsung.
Namun, di tengah kekacauan barang yang rusak, ada kabar baik yang menjadi prioritas utama. Petugas dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Laporan awal mengindikasikan bahwa seluruh penumpang dan awak kapal selamat, sebuah titik terang dalam peristiwa yang sarat tekanan ini. Investigasi lebih lanjut diperkirakan akan dilakukan untuk mengevaluasi penyebab dan kronologi kejadian secara lebih mendetail.
Artikel Terkait
Malaysia dan Filipina Gagal Lolos, Empat Wakil ASEAN Siap Berlaga di Piala Asia 2027
Kebakaran Ruko di Wamena Tewaskan 11 Orang, Termasuk Balita 2 Tahun
Dua Jembatan di Bondowoso Ambles Diterjang Hujan Deras
Dua Wisatawan Tewas Terseret Arus di Sungai Kalimborang Maros