Dengan melibatkan pedagang pasar hingga penjual makanan rumahan, langkah ini dinilai bisa menjaga perputaran uang di tingkat akar rumput. Sinergi antar pelaku usaha pun ikut menguat.
AYP berharap program seperti ini tak berhenti di Kota Kendari saja. Ia ingin jangkauannya meluas ke kabupaten dan kota lain di seluruh Sulawesi Tenggara. Sinergi dengan pemerintah daerah, menurutnya, kunci utama.
Di sisi lain, program GPM ini punya muatan strategis lain: pengendalian inflasi. Data BPS menunjukkan, Sultra pada Januari 2026 mengalami inflasi tahunan 5,10 persen. Kota Kendari dan Baubau disebut-sebut sebagai penyumbang tertinggi. Kehadiran program pangan murah diharapkan bisa menjadi penyeimbang.
AYP juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan daerah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Provinsi Kadin Sultra. Harapan akhirnya sederhana: stabilitas harga terjaga dan daya beli masyarakat tak tergerus jelang bulan suci nanti.
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah
Angin Puting Beliung Rusak RSUD dan Puluhan Rumah di Jombang
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026