Petugas sudah melakukan pengecekan awal. Tapi jelas, ini belum cukup. Pihak pengelola kini tengah menyiapkan evaluasi menyeluruh. Tim teknis akan diturunkan untuk mengukur tingkat kerusakan yang sebenarnya dan tentu saja, menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikannya.
Langkah cepat mutlak diperlukan. Soalnya, jadwal Stadion Pakansari selalu padat. Mulai dari liga domestik sampai event nasional lain kerap digelar di sini. Kerusakan atap, kalau dibiarkan, bisa mengacaukan semua rencana itu. Di sisi lain, kejadian ini juga harus jadi bahan evaluasi untuk standar keamanan bangunan publik, khususnya yang punya bentang atap luas dan rentan terhadap terpaan angin.
Fenomena cuaca ekstrem seperti ini sepertinya makin sering terjadi di Bogor. Wilayah yang memang dikenal dengan hujannya yang deras, kini kerap dihantam angin kencang yang datang nyaris tanpa permisi. BMKG sendiri sudah sering mengingatkan. Potensi hujan lebat dan angin kencang di Jawa Barat, termasuk Bogor, harus diwaspadai.
Bagi yang belum tahu, Stadion Pakansari bukan sembarang tempat. Kapasitasnya menampung lebih dari 30 ribu penonton, menjadikannya salah satu yang terbesar di Jawa Barat. Ia adalah ikon. Kerusakan ini, meski ‘hanya’ di atap, tentu menyita perhatian banyak pihak, terutama para penggila bola.
Hingga detik ini, proses pendataan masih berlangsung. Yang jelas, angin sore itu telah mengingatkan semua orang tentang betapa rapuhnya bangunan megah di hadapan amukan alam.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Naik Signifikan per 31 Maret 2026
Disdik Sulsel Wajibkan SMA/SMK Susun SOP Pembatasan Gawai di Sekolah
Ketua BPD-KKSS Soroti Pengangguran Sulsel, Desak Investasi dan Hilirisasi untuk Buka Lapangan Kerja
BNN Sulsel Bongkar Jaringan Narkoba yang Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas