“Ruas Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya beroperasi sejak 24 Desember 2025,” ungkapnya.
Pemulihan di wilayah Gayo Lues dan Aceh Tenggara sempat mendapat ujian dengan kejadian longsor susulan pada awal Januari 2026. Namun, respons cepat tim di lapangan berhasil membuka kembali akses yang terputus. Koneksi dari Blangkejeren ke Kutacane, contohnya, kembali berfungsi setelah dilakukan penanganan longsor dan pemasangan jembatan Bailey pengganti sementara di Jembatan Lawe Mengkudu I.
Penanganan Jembatan dan Jalur Alternatif
Salah satu tantangan terberat dalam pemulihan ini adalah kerusakan pada sejumlah jembatan. Di kawasan Bener Meriah dan Aceh Tengah, dari tujuh jembatan yang awalnya putus total, lima di antaranya telah berhasil dioperasikan kembali. Untuk mengatasi putusnya Jembatan Titi Merah, pihak berwenang membuka jalur alternatif melalui Angkup, sehingga ruas Geumpang hingga Simpang Uning tetap dapat dilalui.
Progres serupa dilaporkan dari berbagai titik. Ruas Simpang Uning menuju Gayo Lues telah berfungsi sejak akhir tahun lalu. Sementara di Aceh Tenggara, pekerjaan penggantian Jembatan Pante Dona masih dalam tahap pengerjaan.
Kemajuan bertahap ini membawa angin segar bagi masyarakat. Wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi kini mulai kembali terhubung, mendukung distribusi bantuan yang lebih merata dan memungkinkan aktivitas sosial-ekonomi warga berangsur pulih. Meski demikian, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat beberapa ruas mungkin masih dalam kondisi rentan.
Artikel Terkait
Angin Puting Beliung Rusak RSUD dan Puluhan Rumah di Jombang
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026
Analis: IHSG Berpotensi Koreksi Lebih Dalam Meski Ada Pembelian
Anggota DPR Desak PBB Investigasi Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon