MURIANETWORK.COM - Yahya Daud, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng, meninggal dunia pada Kamis, 12 Februari 2026, di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Pria yang telah mengabdikan diri sebagai sekretaris partai selama empat periode berturut-turut itu wafat setelah menjalani perawatan. Jenazahnya telah dipulangkan ke kampung halaman di Soppeng untuk dimakamkan pada hari yang sama.
Dedikasi Panjang di Partai Golkar
Kiprah Yahya Daud dalam struktur Partai Golkar Soppeng tergolong langka. Ia pertama kali dipercaya menduduki posisi sekretaris pada era kepemimpinan Bupati Andi Harta Sanjaya, sekitar tahun 2005. Sejak saat itu, melalui berbagai dinamika politik lokal dan pergantian kepemimpinan partai, posisinya tak tergantikan.
Bahkan ketika Andi Kaswadi Razak memegang jabatan sebagai Bupati sekaligus Ketua DPD II Golkar Soppeng, kepercayaan kepada Yahya Daud tetap utuh. Konsistensi ini bukan tanpa alasan, melainkan buah dari komitmen dan kesetiaannya yang tak diragukan lagi terhadap partai.
Sosok yang Dipercaya dan Berintegritas
Dalam percakapan sehari-hari di kalangan politisi dan pengurus daerah, nama Yahya Daud sering dikaitkan dengan pribadi yang teguh pendirian dan dapat diandalkan. Ia dianggap sebagai salah satu pilar penting dalam mengonsolidasikan dan mengembangkan Partai Golkar di wilayah Soppeng. Reputasinya dibangun bukan sekadar dari lamanya masa jabatan, melainkan dari integritas yang dijaganya di tengah hingar-bingar dunia politik.
Masa Sakit dan Pemakaman
Menurut sejumlah sumber dekat keluarga, almarhum memang telah beberapa waktu menjalani perawatan intensif di RS Wahidin Makassar akibat penyakit yang dideritanya. Upaya medis terbaik telah dilakukan, namun takdir menentukan lain.
Jenazah Yahya Daud kemudian dibawa menuju Soppeng dan disemayamkan di kediaman keluarganya di Salotungo. Sesuai dengan informasi yang beredar dari lingkungan terdekat, prosesi pemakaman direncanakan akan dilangsungkan pada Kamis sore itu, sebelum waktu Salat Ashar tiba.
"Jenazah Yahya Daud sudah diberangkatkan dari Makassar ke Kabupaten Soppeng dan selanjutnya disemayamkan di rumah duka di Salotungo," ungkap salah seorang kerabat yang tak ingin disebutkan namanya.
Ia menambahkan, "Menurut informasi keluarga dikebumikan pada hari ini juga, Kamis (12/2/2026) sebelum waktu Salat Ashar."
Kepergiannya tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, rekan separtai, dan masyarakat yang mengenalnya. Dedikasinya yang panjang menjadi catatan tersendiri dalam sejarah politik lokal di Soppeng.
Artikel Terkait
Akses Jalan Utama di Aceh Pulih Bertahap Pasca Bencana 2025
Kemen HAM Soroti Gangguan Cuci Darah Pasien Gagal Ginjal Akibat Nonaktif BPJS
Banjir di Kendal Mulai Surut, 1.300 Rumah Terdampak
Mantan Menag Yaqut Ajukan Praperadilan atas Status Tersangka Korupsi Kuota Haji