Operasi Pekat Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya akhirnya berakhir. Selama 15 hari penuh, mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026, aparat kepolisian bergerak menertibkan ibukota. Hasilnya? Tak tanggung-tanggung, ada 772 kasus tindak pidana yang berhasil ditangani.
Menurut Kombes Iman Imanuddin, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, operasi ini memang sengaja menyasar sejumlah kejahatan yang kerap meresahkan warga. Sasaran utamanya jelas: tawuran antar remaja, pengedar dan pemakai narkoba, peredaran miras oplosan, hingga aksi premanisme. Tak lupa, kejahatan jalanan macam begal dan maling motor juga jadi prioritas. Bahkan petasan ilegal pun tak luput dari incaran.
“Kami tak hanya fokus di titik yang sudah ditentukan,” ujar Iman dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).
“Dari 30 titik target, kami juga melakukan penindakan di 742 lokasi lain yang awalnya tidak masuk daftar. Semua dilakukan, baik upaya penegakan hukum maupun tindakan pencegahan.”
Ia melanjutkan, selama operasi berlangsung, ada 442 laporan polisi yang masuk. Dari laporan-laporan itulah kemudian terhimpun 772 kasus pidana yang harus ditangani.
Artikel Terkait
Kebijakan WFH Jumat Berpotensi Hemat BBM hingga Rp 59 Triliun
Polisi Tangkap Dua WN Liberia Terkait Penipuan Dolar Hitam ke Pengusaha Korea di Jakarta Barat
Pemerintah Alihkan Anggaran Hingga Rp130,2 Triliun untuk Prioritas Produktif
BRIN Klaim Teknologi Olah Sampah Siap Diterapkan dari Desa hingga Kota