MURIANETWORK.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa TNI dan Polri akan terus menjadi pilar utama pengamanan nasional dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Meski arahan teknis pengamanan hari raya tidak dibahas khusus dalam forum tersebut, koordinasi antar kementerian dan lembaga, dengan melibatkan TNI-Polri, telah berjalan intensif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan publik.
Koordinasi Intensif Jelang Ramadan dan Lebaran
Prasetyo Hadi menjelaskan, meskipun presiden tidak memberikan instruksi eksplisit mengenai pengamanan hari raya dalam rapat tersebut, persiapan menyambut bulan suci dan Lebaran telah lama menjadi perhatian pemerintah. Melalui forum-forum lintas kementerian, koordinasi terus dijalin untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan, mulai dari stabilitas keamanan hingga kelancaran layanan publik. Dalam setiap pembahasan itu, peran TNI dan Polri selalu diikutsertakan.
“Secara spesifik arahan dari Bapak Presiden memang di dalam forum tadi tidak secara eksplisit beliau sampaikan, tetapi dalam berbagai forum kami di lintas kementerian dalam rangka persiapan bulan suci Ramadan dan persiapan Lebaran, kami terus berkoordinasi,” ungkapnya di Kompleks Istana Kepresidenan.
Peran Krusial dalam Kenyamanan Masyarakat
Politikus Partai Gerindra itu menekankan bahwa kehadiran kedua institusi bersenjata ini merupakan faktor penentu bagi terciptanya rasa aman dan nyaman. Kontribusi mereka dinilai krusial, tidak hanya dalam menjaga ketertiban umum, tetapi juga dalam menangani kompleksitas arus lalu lintas yang biasanya meningkat signifikan selama periode mudik dan hari raya.
“Baik TNI maupun Polri selalu hadir karena banyak hal yang juga saling berkaitan, misalnya dalam hal penanganan kelancaran lalu lintas, itu juga menjadi domain dari tugas teman-teman dari Kepolisian,” tambah Prasetyo.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, pemerintah memastikan peran sentral TNI dan Polri sebagai penopang pengamanan nasional tetap optimal. Harapannya, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang dan lancar.
Rapim TNI-Polri sebagai Agenda Rutin
Sementara itu, Rapim TNI-Polri yang digelar hari itu merupakan agenda tahunan yang biasa dilaksanakan pada awal tahun. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan langsung kepada seluruh pimpinan tertinggi kedua institusi.
“Jadi setiap awal tahun selalu ada forum rapat pimpinan TNI maupun Polri. Dan hari ini, alhamdulillah Bapak Presiden dapat memberikan pengarahan dan kebetulan mengundang para pimpinan TNI dan Polri untuk mendapatkan pengarahan di Istana Merdeka, Jakarta,” jelasnya.
Pesan Presiden: Profesional dan Dekat dengan Rakyat
Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya mempertahankan citra TNI dan Polri sebagai institusi yang profesional, tangguh, sekaligus dekat dengan masyarakat. Prasetyo menyampaikan bahwa pesan inti dari presiden adalah meneguhkan jati diri prajurit dan polisi sebagai abdi rakyat.
“Terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi Tentara Rakyat dan Polisi yang dicintai oleh rakyat,” tegas Prasetyo.
Tak lupa, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kinerja dan dedikasi TNI-Polri selama lebih dari satu tahun kepemimpinannya. Kedua institusi dinilai konsisten berada di garda terdepan, baik dalam membantu masyarakat maupun mendukung kesuksesan berbagai program strategis pemerintah.
“Di dalam pengarahan beliau tadi, beliau juga menyampaikan terima kasih, penghargaan, dan apresiasi kepada TNI maupun Polri yang dalam satu tahun lebih masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, TNI maupun Polri terus menjadi garda terdepan di dalam membantu dan menyukseskan seluruh program-program pemerintah,” tutup Mensesneg.
Artikel Terkait
Kemenag Rilis Jadwal Imsakiyah Resmi Ramadhan 2026
Prabowo Tegaskan TNI-Polri Harus Jaga Kepercayaan Rakyat
Pemerintah Apresiasi Insan Pers dan Tekankan Peran Krusial Tangkal Hoaks
Siswi SMK Makassar Diselamatkan Setelah Tiga Bulan Diculik Pacar dari Game Online