MURIANETWORK.COM - Pemerintah telah merilis jadwal lengkap Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk siswa kelas akhir SD dan SMP. Rangkaian kegiatan ini, yang dimulai dari pendaftaran pada Januari hingga ujian susulan di Mei, dirancang untuk memberikan peta persiapan yang jelas bagi siswa, sekolah, dan orang tua. Pemahaman terhadap setiap tahapan ini dianggap krusial untuk memastikan asesmen nasional yang bertujuan memetakan capaian belajar ini dapat berjalan optimal.
Memahami Pentingnya TKA dan Persiapan Terencana
Sebagai sebuah instrumen asesmen nasional, TKA berfungsi untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif. Hasilnya tidak hanya menjadi refleksi pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi berbagai pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Oleh karena itu, mengikuti alur jadwal yang telah ditetapkan bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian dari strategi untuk memastikan siswa dapat tampil dengan baik. Persiapan yang matang, baik dari segi materi maupun kesiapan teknis, akan membantu menciptakan kondisi ujian yang lebih kondusif.
Tahap Awal: Pendaftaran Peserta
Seluruh proses TKA 2026 akan diawali dengan periode pendaftaran. Pemerintah membuka kesempatan ini dalam rentang waktu yang cukup panjang, yaitu dari 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Pada fase ini, satuan pendidikan dan calon peserta didik diharapkan memeriksa dan memastikan kelengkapan serta keakuratan data. Ketelitian di tahap awal sangat penting untuk menghindari kendala yang mungkin timbul pada tahap-tahap selanjutnya.
Fase Pengenalan: Simulasi TKA
Setelah pendaftaran, siswa akan memasuki fase simulasi. Tahap ini berfungsi sebagai pengenalan dan latihan awal sebelum ujian sesungguhnya. Melalui simulasi, peserta dapat membiasakan diri dengan antarmuka sistem, bentuk-bentuk soal, dan alur waktu pengerjaan. Jadwal simulasi berbeda untuk setiap jenjang.
“Simulasi untuk jenjang SMP dijadwalkan pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026,” jelas rilis resmi dari pihak berwenang. “Sementara untuk jenjang SD, pelaksanaannya menyusul pada 2 hingga 8 Maret 2026.”
Gladi Bersih: Uji Kesiapan Teknis
Menjelang pelaksanaan resmi, akan diadakan gladi bersih yang melibatkan kedua jenjang secara serentak. Kegiatan ini dijadwalkan pada 9 hingga 17 Maret 2026. Gladi bersih menjadi momen kritis untuk menguji kesiapan infrastruktur teknologi, jaringan, dan prosedur operasional standar dari pihak penyelenggara maupun sekolah, memastikan semua berjalan mulus saat hari-H.
Puncak Kegiatan: Pelaksanaan TKA Utama
Ujian TKA resmi kemudian dilaksanakan secara bergiliran. Peserta SMP akan lebih dulu mengikuti asesmen pada 6 hingga 16 April 2026. Setelahnya, giliran peserta SD yang akan menjalani TKA dari tanggal 20 hingga 30 April 2026. Periode ini menjadi inti dari seluruh rangkaian, di mana hasil kerja keras persiapan akademik siswa akan diukur.
Jadwal Ujian Susulan
Mempertimbangkan kemungkinan adanya peserta yang berhalangan hadir karena alasan tertentu, pemerintah juga menyiapkan opsi ujian susulan. Kesempatan ini diberikan dalam rentang waktu yang singkat, yaitu pada 11 hingga 17 Mei 2026. Kebijakan ini menunjukkan fleksibilitas dan keinginan agar setiap peserta tetap mendapat hak yang sama untuk diasesmen.
Menyikapi Jadwal dengan Bijak
Dengan melihat rentang waktu yang panjang dari pendaftaran hingga ujian utama, diharapkan semua pihak dapat memanfaatkannya dengan strategis. Bagi siswa, ini adalah kesempatan untuk belajar secara bertahap dan terukur. Bagi sekolah dan orang tua, pemahaman terhadap jadwal memungkinkan pemberian dukungan yang tepat, baik berupa bimbingan belajar maupun dukungan psikologis. Keberhasilan TKA tidak hanya ditentukan oleh hari pelaksanaan, tetapi oleh proses persiapan yang dijalani dengan kesadaran dan perencanaan yang baik sejak dini.
Artikel Terkait
Angka Anak Tidak Sekolah di Bone Turun Drastis Berkat Validasi Data dan Program Jemput Bola
Ramadan 2026 Diperkirakan Dimulai 19 Februari, Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari
Al-Azhar Beri Penghargaan kepada Pemerintah Indonesia atas Dukungan SDM
NTB Ditunjuk Jadi Sentra Jagung dan Bawang Putih Nasional