Baruasak, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Menyimpan Filosofi dan Cita Rasa Warisan

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:00 WIB
Baruasak, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Menyimpan Filosofi dan Cita Rasa Warisan

Untuk menghasilkan sekitar tiga toples Baruasak yang renyah, diperlukan bahan-bahan seperti telur, gula pasir, gula merah, kelapa parut sangrai, tepung terigu protein rendah, minyak goreng, tepung kanji, baking soda, dan ekstrak vanila. Kunci keberhasilannya terletak pada kesabaran dan ketepatan dalam setiap tahap.

Pertama, kelapa parut yang telah disangrai hingga kecokelatan perlu dihaluskan dengan tepat tidak terlalu kasar namun juga tidak sampai berminyak. Selanjutnya, telur dan gula dikocok hingga mengembang sebelum dicampur dengan bahan kering dan minyak. Adonan yang telah tercampur rata kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil.

Proses pemanggangan di oven yang telah dipanaskan sebelumnya menjadi penentu akhir. Bulatan adonan perlu dipanggang selama 20 hingga 30 menit hingga matang merata dan berwarna keemasan. Pengamatan visual dan penciuman sering kali menjadi panduan yang lebih akurat daripada sekadar mengikuti waktu.

Tips Penting untuk Hasil yang Optimal

Beberapa kiat praktis dapat membantu memastikan Baruasak buatan sendiri sukses. Mengolesi tangan dengan minyak saat membentuk adonan akan mencegah lengket. Meski menggunakan kertas roti, mengolesinya tipis-tipis dengan minyak tetap disarankan agar dasar kue tidak menempel. Yang tak kalah penting, simpan Baruasak yang telah dingin dalam toples kedap udara untuk mempertahankan kerenyahannya dalam waktu lama.

Keberadaan Baruasak di tengah masyarakat Bugis-Makassar memang telah melampaui fungsi dasarnya sebagai makanan. Kue ini adalah perekat kebersamaan, pengingat akan tradisi, dan penanda sebuah sukacita. Setiap gigitan yang renyah, harum, dan manis itu bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyampaikan cerita panjang tentang warisan kuliner yang terus hidup dan dihargai.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar