Ia tak menampik bahwa perbedaan dan persaingan politik itu hal yang wajar. Bahkan, itu bagus untuk demokrasi. Namun begitu, ada batasnya. Setelah semua proses demokrasi usai, yang harus diutamakan adalah kepentingan bangsa yang lebih besar. "Setelah bersaing, mari kita bersatu, bersatu, bersatu dalam munajat, bersatu untuk keselamatan bangsa," sambungnya.
Prabowo juga melontarkan apresiasi tinggi. Dunia, katanya, kini melihat Indonesia sebagai role model. Itu berkat peran para ulama yang telah membangun citra Islam yang damai, sejuk, dan jauh dari kebencian.
Di akhir sambutannya, nada optimisme itu jelas terdengar. Karakter umat Islam Indonesia yang adil dan damai, menurutnya, adalah kekuatan besar. Sebuah kekuatan yang membuat bangsa ini diperhitungkan.
Artikel Terkait
PSSI Umumkan Susunan Pelatih Baru Timnas Indonesia, John Herdman Jadi Pelatih Kepala
Pantai Kuri Caddi di Maros: Pesona Tersembunyi yang Masih Asri dan Sunyi
BPP KKSS Salurkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan dalam Rangka PSBM ke-XXVI
Penumpang Meninggal Dunia di Kapal Feri Kolaka-Bajoe