Suasana di Dusun Sawasina, Ngada, masih terasa berat. Kabar meninggalnya seorang bocah kelas IV SD pada Kamis siang, 29 Januari, bukan sekadar berita duka biasa. Ini adalah tamparan keras.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, tak bisa menyembunyikan kepedihannya. "Peristiwa meninggalnya seorang bocah SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, karena dugaan bunuh diri dengan menggantungkan diri, sangat memilukan semua kita yang mempunyai hati," ucap Hugo, Rabu (4/2).
Baginya, tragedi ini harus menggugah nurani siapa pun. Sungguh memilukan.
"Tanggung jawab sosial kita seharusnya terusik," lanjutnya. Ia menekankan, kita semua harus jadi tumpuan agar generasi anak-anak bisa tumbuh dewasa dan berguna nantinya.
Menurut Hugo, kejadian ini jelas mencerminkan sesuatu yang hilang. Hilangnya perhatian, hilangnya kasih sayang, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar. "Bagaimanapun peristiwa ini merupakan tamparan untuk kita sebagai masyarakat," tegasnya, "ketika seorang bocah meninggal tragis karena putus asa."
Ia pun menyoroti langkah yang harus segera diambil. Pertama, aparat kepolisian diminta menyelidiki penyebab kematian korban secara tuntas. Kedua, peran pemerintah daerah dinilai krusial untuk memberikan pendampingan serius kepada keluarga yang ditinggalkan.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai