✍🏻 Ustadz Anshari Taslim
Indonesia dan BoP: Perlukah Ikut Bergabung?
Sepertinya, tidak perlu. Masuknya tak menggenapkan. Keluarnya pun tak akan mengganjilkan.
Nah, soal Board of Peace ini, yang sebenarnya punya peluang untuk diterima masuk adalah negara-negara yang punya daya tekan. Yang bisa mengancam kepentingan AS, tentu untuk membela Palestina. Kalau tidak punya bargaining power sama sekali? Ya, jadinya cuma legitimasi tambahan saja bagi Amerika yang jelas-jelas bekerja untuk Tel Aviv.
Di sisi lain, ada sikap lain yang jauh lebih tegas dan sejalan dengan hukum internasional. Ambil contoh Kolumbia.
Artikel Terkait
Said Didu Ungkap Isi 4 Jam Dialog Rahasia dengan Prabowo
Kuasa Hukum Beberkan Alasan Kliennya Ditahan dalam Kasus Penganiayaan di Acara Maulid Tangerang
MK Tegaskan Independensi BPKN dalam Putusan Terbaru
Badan Gizi Nasional Siap Berlakukan Sistem Akreditasi untuk Ribuan SPPG