Presiden Gustavo Petro, dalam sidang PBB belum lama ini, menyatakan dengan gamblang. Israel harus ditetapkan sebagai penjahat perang. Lalu, pasukan multinasional perlu dikerahkan ke Gaza, persis seperti yang dulu terjadi di Bosnia.
Itu pernyataannya.
Pikirkan ini: Kalau Kolumbia yang beraliran komunis saja berani mengambil sikap sedemikian berani, seharusnya negara-negara Muslim lebih mampu lagi, bukan? Ini soal keberpihakan yang nyata, bukan sekadar retorika di forum yang hasilnya bisa ditebak.
Pada akhirnya, semuanya bermuara pada satu hal. Kalau kita tak sanggup menghilangkan asinnya air laut, setidaknya jangan menambahkan garam ke dalamnya. Pesannya sederhana, tapi dalam maknanya.
(")
Artikel Terkait
Sandiwara Kekuasaan: Mengapa Listyo Sigit Bersedia Jadi Tersangka Utama?
Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim Soal Materi Lawas Toraja
Kronologi Kekerasan di Balik Penetapan Habib Bahar bin Smith sebagai Tersangka
LPSK Soroti Reviktimisasi dan Jalan Terjal Korban Grooming Anak