Presiden Gustavo Petro, dalam sidang PBB belum lama ini, menyatakan dengan gamblang. Israel harus ditetapkan sebagai penjahat perang. Lalu, pasukan multinasional perlu dikerahkan ke Gaza, persis seperti yang dulu terjadi di Bosnia.
Itu pernyataannya.
Pikirkan ini: Kalau Kolumbia yang beraliran komunis saja berani mengambil sikap sedemikian berani, seharusnya negara-negara Muslim lebih mampu lagi, bukan? Ini soal keberpihakan yang nyata, bukan sekadar retorika di forum yang hasilnya bisa ditebak.
Pada akhirnya, semuanya bermuara pada satu hal. Kalau kita tak sanggup menghilangkan asinnya air laut, setidaknya jangan menambahkan garam ke dalamnya. Pesannya sederhana, tapi dalam maknanya.
(")
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral