✍🏻 Ustadz Anshari Taslim
Indonesia dan BoP: Perlukah Ikut Bergabung?
Sepertinya, tidak perlu. Masuknya tak menggenapkan. Keluarnya pun tak akan mengganjilkan.
Nah, soal Board of Peace ini, yang sebenarnya punya peluang untuk diterima masuk adalah negara-negara yang punya daya tekan. Yang bisa mengancam kepentingan AS, tentu untuk membela Palestina. Kalau tidak punya bargaining power sama sekali? Ya, jadinya cuma legitimasi tambahan saja bagi Amerika yang jelas-jelas bekerja untuk Tel Aviv.
Di sisi lain, ada sikap lain yang jauh lebih tegas dan sejalan dengan hukum internasional. Ambil contoh Kolumbia.
Artikel Terkait
Sandiwara Kekuasaan: Mengapa Listyo Sigit Bersedia Jadi Tersangka Utama?
Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim Soal Materi Lawas Toraja
Kronologi Kekerasan di Balik Penetapan Habib Bahar bin Smith sebagai Tersangka
LPSK Soroti Reviktimisasi dan Jalan Terjal Korban Grooming Anak