Konsistensi Sunyi: Kekuatan Tersembunyi di Balik Langkah-Langkah Kecil

- Senin, 02 Februari 2026 | 12:25 WIB
Konsistensi Sunyi: Kekuatan Tersembunyi di Balik Langkah-Langkah Kecil

Konsistensi Kecil dan Perubahan Besar

Oleh Aendra Medita

Anak muda sering terjebak dalam satu kesalahpahaman yang cukup mengakar. Mereka percaya bahwa untuk mengubah hidup, diperlukan sebuah keputusan besar yang dramatis. Kita seperti menunggu momen monumental, resolusi tahun baru, atau tekad yang menggelegar untuk memulai segalanya.

Padahal, kenyataannya jarang seperti itu.

Hidup ini lebih sering berubah bukan karena ledakan, tapi karena gerakan kecil yang diulang-ulang. Hari demi hari. Tanpa sorotan.

Ambisi yang Terlalu Berisik

Lihat saja sekarang. Ambisi anak muda kerap tampil begitu bising. Target-target besar diumumkan ke mana-mana, rencana disusun dengan sempurna. Namun begitu sorotan mereda dan euforia awal menghilang, yang tersisa hanyalah rutinitas harian yang biasa saja. Dan di situlah ujian sebenarnya dimulai.

Filsuf Yunani kuno, Aristoteles, sudah mengingatkan kita tentang hal ini.

Artinya, keunggulan bukanlah sebuah peristiwa tunggal. Ia adalah kebiasaan yang dibentuk pelan-pelan, lewat pengulangan yang mungkin membosankan.

Wajah Konsistensi yang Tidak Spektakuler

Harus diakui, konsistensi itu jarang terlihat menarik. Ia tidak viral, tidak dramatis, dan hampir tak pernah mendapat pujian. Ia hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: bangun di pagi hari dan mengerjakan hal yang sama, lagi dan lagi, bahkan ketika tidak ada satu pun orang yang bertepuk tangan.

Di sisi lain, anak muda sering mencari perubahan instan. Padahal, perubahan yang sejati justru bersifat sunyi. Ia bekerja di balik layar, jauh dari keramaian.

Lalu, Bagaimana Saat Motivasi Hilang?

Ini masalah besarnya. Motivasi itu sifatnya fluktuatif datang dan pergi. Ia tidak bisa diandalkan sebagai fondasi. Yang justru bisa bertahan adalah kebiasaan kecil yang tetap berjalan, meski perasaan kita sedang biasa-biasa saja atau bahkan ogah-ogahan.

Pendapat ekstrem soal ini datang dari David Goggins, mantan tentara dan atlet ultra.

Intinya, dorongan sejati harus lahir dari keputusan dan disiplin, bukan sekadar menunggu suasana hati yang baik.

Dibentuk oleh Hal-Hal yang Dianggap Sepele


Halaman:

Komentar