kata Hassanzadeh, tanpa memberi penjelasan lebih rinci.
Di tengah situasi yang kacau, beredar spekulasi liar di media sosial. Ada yang menyebut ledakan ini adalah sebuah serangan yang menargetkan seorang komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran atau IRGC. Namun begitu, kabar itu langsung dibantah keras oleh kantor berita semi-resmi Tasnim.
Menurut mereka, klaim tersebut “sepenuhnya tidak benar”.
Ledakan di Bandar Abbas ini terjadi dalam situasi yang memang sedang panas. Ketegangan di kawasan itu meningkat belakangan ini, apalagi setelah Amerika Serikat mengerahkan gugus tempur kapal induknya ke Timur Tengah. Hubungan Washington dan Teheran pun lagi tidak baik-baik saja. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi soal korban tewas. Semuanya masih menunggu hasil penyelidikan yang jelas.
Artikel Terkait
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL
Polairud Buka Jalur Pelayaran Muara Angke yang Tersumbat
Prasetyo Bantah Isu Pertemuan Prabowo dengan Oposisi
Restoran Keluarga dan Luka Masa Lalu: Kisah Cinta Kedua di Predestined Love