Ia mengakui, perbandingan harga sekarang dan masa jaya dulu ibarat langit dan bumi.
“Waktu booming? Buset, harganya sampai ke ujung gunung. Edan saat itu. Sekarang? Paling cuma orang-orang yang hobi beneran aja,” ungkapnya.
Baginya, demam akik itu cuma tren musiman, digerakkan euforia semata. Mirip orang yang ikut-ikutan ramai. Kini, yang tersisa hanyalah para kolektor sejati.
“Sekarang ya cuma mereka yang dasarnya emang punya hobi,” tegasnya.
Pembelinya sekarang didominasi usia 30 sampai 40 tahun ke atas. Meski begitu, sesekali anak SMA atau mahasiswa masih mampir. Penghasilannya per hari sangat tak menentu.
“Kadang ada anak muda beli. Tapi ya kebanyakan yang kerja, yang udah berumur,” ujarnya.
“Pendapatannya? Bisa seratus ribu, bisa dua ratus, bisa tiga ratus. Kadang cuma lima puluh ribu. Bisa juga zonk, nggak dapet sama sekali,” tambahnya polos.
Dulu, di puncak tren, ia pernah merasakan hasil yang manis.
“Wah, waktu booming sampe kebeli mobil, loh. Walaupun mobil bekas sih,” kenangnya sambil tersenyum.
Sekarang, motivasinya lebih ke urusan menghabiskan stok dan menjaga hobi agar tetap bernyawa. Dari total koleksinya yang sekitar 350 batu, hanya 150-an yang ia bawa hari itu.
Soal batu yang dianggap bagus, Babeh Icam punya filosofi sendiri yang cukup personal.
“Buat saya, batu itu ibarat istri. Buat gue cakep, ya udah. Terserah orang mau bilang apa,” ujarnya mantap.
Di tengah sunyinya tren, Babeh Icam tetap setia. Dari pagi hingga petang, ia duduk di bawah pohon yang sama, menawarkan batu pada siapapun yang mau singgah.
“Saya dari jam 7 atau 8 pagi sudah di sini. Sampai magrib, kadang sampai malam. Kecuali malam Jumat, jam 5 sore udah tutup,” paparnya tentang rutinitasnya.
Baginya, selama masih ada yang mencari, dan selama rasa suka itu masih ada, batu akik akan selalu punya cerita. Dan ia akan tetap di sini, menjadi bagian dari cerita itu.
Artikel Terkait
Anies Resmikan Jembatan Gantung, Jawab Penantian Warga Karanganyar Tiga Dekade
Lantai Kayu Tua Ambruk, Rombongan SD Terjatuh 4 Meter di Tangsi Belanda
Bencana Ekologis: Ujian Terberat Kedaulatan di Era Modern
Ledakan Misterius Guncang Gedung di Bandar Abbas, Spekulasi Serangan Beredar