Gelombang kepanikan melanda Shenzhen. Runtuhnya bursa emas JWR seperti gempa keuangan, mengguncang puluhan ribu investor yang tiba-tiba melihat aset mereka menguap begitu saja.
Angkanya fantastis. Kerugiannya diperkirakan tembus 10 miliar yuan, atau sekitar Rp 170 triliun. Bayangkan, uang sebesar itu lenyap dalam sekejap. Ironisnya, ini terjadi justru di saat harga emas global sedang melesat naik. Banyak orang tergiur, ingin cari untung cepat. Alhasil, modal mengalir deras ke platform seperti JWR yang ternyata beroperasi tanpa izin resmi.
Pemicu keruntuhannya sendiri terasa seperti skenario klasik. Harga emas spot yang terus meroket beberapa pekan terakhir justru menjadi bumerang. Banyak nasabah buru-buru ingin menarik dana mereka, mengamankan keuntungan. Gelombang penarikan besar-besaran itu datang sekaligus. JWR pun kelabakan, likuiditasnya kering kerontang. Mereka tak sanggup lagi memenuhi kewajiban bayar.
Ketegangan akhirnya meledak di akhir pekan. Ratusan investor yang frustrasi memadati kantor JWR di Shenzhen. Teriakan dan tuntutan pengembalian uang memecah kesunyian. Dari beberapa video yang beredar, situasinya sempat mencemaskan sampai aparat kepolisian turun tangan mengamankan lokasi.
Artikel Terkait
Kredibilitas Pasar Modal Indonesia Terancam, MSCI Siap Turunkan Status
Kisah Tukang Es Gabus: Simpati yang Menguap Saat Korban Berbalik Ngelunjak
Derita dan Air Mata: Drakor dengan Akhir yang Bikin Susah Move On
Mantan Kekasih Culik Anak 12 Tahun demi Paksa Balikan