Namun begitu, kritiknya tak berhenti di situ. Gus Murtadho juga menyoroti arah organisasi yang dinilainya semakin melenceng. Ia merasa PBNU kini lebih asyik berdekatan dengan kekuasaan dan kepentingan-kepentingan global yang besar. Sementara, suara warga nahdliyin di akar rumput seolah terabaikan.
Kata-katanya tegas, menyiratkan kekhawatiran yang mendalam tentang masa depan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.
Meski kritiknya keras, Gus Murtadho memberi catatan penting. Ia menegaskan bahwa sorotan ini bukan ditujukan kepada pribadi Prabowo Subianto. Bukan itu masalahnya. Yang jadi persoalan adalah arah kebijakan serta legitimasi moral yang diberikan oleh PBNU terhadap langkah politik tersebut.
Penjelasannya singkat, tapi punya bobot yang jelas. Ia memisahkan antara ranah politik praktis dan tanggung jawab moral sebuah organisasi keagamaan.
Hingga saat ini, suasana di kantor PBNU masih sepi terkait tanggapan. Belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan untuk menjawab atau menanggapi kritik pedas dari Gus Murtadho tersebut. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions
Direktur NCTC Mundur, Protes Kebijakan Perang AS-Iran