Namun begitu, kritiknya tak berhenti di situ. Gus Murtadho juga menyoroti arah organisasi yang dinilainya semakin melenceng. Ia merasa PBNU kini lebih asyik berdekatan dengan kekuasaan dan kepentingan-kepentingan global yang besar. Sementara, suara warga nahdliyin di akar rumput seolah terabaikan.
Kata-katanya tegas, menyiratkan kekhawatiran yang mendalam tentang masa depan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.
Meski kritiknya keras, Gus Murtadho memberi catatan penting. Ia menegaskan bahwa sorotan ini bukan ditujukan kepada pribadi Prabowo Subianto. Bukan itu masalahnya. Yang jadi persoalan adalah arah kebijakan serta legitimasi moral yang diberikan oleh PBNU terhadap langkah politik tersebut.
Penjelasannya singkat, tapi punya bobot yang jelas. Ia memisahkan antara ranah politik praktis dan tanggung jawab moral sebuah organisasi keagamaan.
Hingga saat ini, suasana di kantor PBNU masih sepi terkait tanggapan. Belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan untuk menjawab atau menanggapi kritik pedas dari Gus Murtadho tersebut. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Analis Bongkar Kaitan MSCI dan Anjloknya IHSG: Jangan Jadi Serigala Berbulu Domba
Anak Muda dan Waktu yang Bocor: Saat Sibuk Hanya Jadi Topeng
BPOM Buru Iklan Gas Whip Pink yang Incar Gen Z untuk Efek Halusinasi
China Perketat Patroli di Scarborough Shoal, Tanggapi Latihan Militer AS-Filipina