Lalu, apa akar masalahnya? Kajian dari Dinas ESDM Aceh menyimpulkan ini adalah pergerakan tanah lambat. Coba bayangkan: material vulkanik yang mendominasi tanah, ditambah curah hujan tinggi dan lereng yang terjal. Kombinasi sempurna untuk bencana. Kawasan itu memang rentan.
Data terbaru cukup mencengangkan. Hingga 2025, luas area yang longsor sudah lebih dari 27 ribu meter persegi. Pergerakannya tak berhenti, terus merayap mendekati jalan lintas Blang Mancung–Simpang Balik. Tak heran wilayah ini masuk kategori zona rawan tinggi.
Di sisi lain, upaya penanganan sedang diupayakan. BPBD Aceh Tengah kini berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan ESDM. Opsi relokasi jalan kembali dibahas serius.
Sementara itu, untuk keselamatan bersama, warga diimbau keras. Patuhi rambu peringatan dan jangan melewati garis pengaman yang sudah dipasang. Jalan itu mungkin terlihat biasa, tapi di bawahnya, tanah terus bergerak.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi