Cinta pada Al-Quran, katanya, sudah melekat sejak kecil. Itulah yang akhirnya mengantarnya memilih jurusan Balaghah (Bahasa dan Sastra Arab) dengan fokus mendalam pada Ilmu Al-Quran.
Isi Pidato yang Menyentuh Hati
Lalu, seperti apa sebenarnya pidato yang mampu menggugah itu? Saat berdiri mewakili wisudawan asing, suara Yelly sempat tercekat. Air mata tak terbendung.
Isinya adalah ungkapan terima kasih yang mendalam. Kepada para syaikh dan dosen yang telah mengajarkan ilmu dan adab. Kepada kedua orang tuanya di Indonesia yang menjadi penyebab utama keberhasilannya lewat doa dan pengorbanan tanpa henti.
Dia juga bercerita tentang hari pertama tiba di Mesir. “Dengan hati yang bercampur antara rasa takut dan harapan,” kenangnya.
Perjalanan itu tak mudah. Namun dari hari-hari sulit itulah dia dan kawan-kawannya belajar tentang kesabaran dan keyakinan. “Semakin jauh kami dari tanah air, semakin kami merasakan nikmatnya dekat dengan Allah,” ucapnya dalam pidato.
Tak lupa, dia berterima kasih pada sahabat-sahabat seperjuangan, terutama saudari-saudari dari Mesir yang dengan tulus membantu mereka memahami pelajaran dan seluk-beluk bahasa.
“Kalian adalah sandaran dan penghibur kami selama menuntut ilmu di tanah yang jauh dari keluarga,” katanya penuh rasa haru.
Mimpi besarnya, seperti juga rekan-rekan mahasiswi asing lainnya, adalah kembali ke tanah air masing-masing membawa misi ilmu, cahaya, dan petunjuk yang diperoleh dari sumbernya langsung di Al-Azhar. Dan kini, dengan beasiswa lanjutan S2 yang diberikan langsung oleh Syaikh Al-Azhar, jalan untuk mewujudkan mimpi itu terbentang lebih luas lagi di depan Yelly Putriyani.
Artikel Terkait
Fiorentina Hajar Cremonese 4-1, Gudmundsson Jadi Bintang
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026