Pagi itu, halaman SDN 101305 Bandar Tarutung ramai sekali. Suara tawa anak-anak, sapaan hangat para guru, dan derum motor orang tua yang mengantar, menciptakan sebuah simfoni kehidupan yang beberapa waktu lalu nyaris hilang. Dua bulan sebelumnya, tempat ini masih terendam banjir dan diselimuti lumpur yang pekat.
Kini, semuanya berubah. Yang paling mencolok adalah upacara bendera yang baru saja digelar. Para siswa berdiri tegak, dikelilingi guru dan personel TNI, di atas halaman yang kini bersih. Area itu, yang dulu rusak parah, telah kembali menjadi jantung aktivitas sekolah.
Memang, bencana yang melanda pada November 2025 lalu bukan main-main. Banjir besar itu menyapu ruang kelas, merusak perlengkapan, dan memaksa proses belajar mengajar terhenti. Untuk sementara, kegiatan dialihkan ke tenda darurat. Setelah air surut, tantangan baru muncul: lumpur di mana-mana.
Di sinilah bantuan itu datang. Agar anak-anak bisa segera belajar dengan layak, prajurit TNI dari Kodam I/Bukit Barisan turun tangan. Mereka membersihkan, memperbaiki, dan mengembalikan fungsi sekolah. Hasilnya? Sekarang, anak-anak itu sudah bisa kembali ke kelas mereka.
Artikel Terkait
Modus Uang Palsu di Balik Receh, Gerai Pulsa Tembung Dua Kali Jadi Korban
Janji Cerah Menkeu Baru, Defisit APBN Tetap Merah di Angka Rp638,8 Triliun
Tetangga Tua Dibegal dan Dibakar, Motifnya Cuma Butuh Uang ke Jakarta
Astaga, Kita Masih Terjajah? Kritik Sutoyo Soal Dominasi RRC dan Penguasa yang Limbung