Teman Seangkatan Jokowi di UGM Buka Suara: Ijazahnya Sudah Jelas Asli

- Jumat, 30 Januari 2026 | 10:25 WIB
Teman Seangkatan Jokowi di UGM Buka Suara: Ijazahnya Sudah Jelas Asli

Bagi Mustoha dan teman-teman seangkatannya, Jokowi tetaplah orang yang sama. Mereka mengikuti perjalanannya dari mahasiswa biasa, lalu jadi wali kota, gubernur, sampai presiden.

"Tapi bagi kita teman-temannya yang melihat Pak Jokowi sejak tahun 80 terus jadi walikota, kita reuni jadi gubernur, reuni jadi presiden... Pak Jokowi difoto sama dengan Pak Jokowi yang sekarang Presiden RI ke-7. Enggak ada bedanya ya," pungkas Mustoha.

Pernyataan ini dia sampaikan usai silaturahmi di kediaman Jokowi di Solo, Selasa lalu. Pertemuan itu berlangsung santai, penuh canda dan cerita masa lalu. Mereka berkumpul setelah beberapa hadir sebagai saksi di sidang Citizen Lawsuit soal ijazah itu.

“Dari sidang terus ini kebetulan teman-teman satu angkatan di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 support sebagai teman. Ada dua orang sebagai saksi satu angkatan... ke sini untuk silaturahmi. Ketawa-ketawa aja cerita lucu-lucu aja. Reuni tipis-tipis,” jelas Mustoha.

Lalu, siapa sebenarnya Mustoha Iskandar ini?

Dia masuk UGM tahun 1980, bareng dengan Jokowi. Saat kuliah, dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam, bahkan pernah jadi Ketua HMI Jogjakarta. Mustoha lulus setahun setelah Jokowi, pada 1985. Konon, waktu kuliah di Kehutanan UGM, dia juga kuliah di IAIN Sunan Kalijaga.

Karir pendidikannya cukup mentereng. Setelah S1, dia meraih gelar S2 Ekonomi Manajemen Pembangunan di Los Banos, Filipina. Gelar Doktor Manajemen Bisnis dia dapat dari Unpad tahun 2006. Tak cukup sampai situ, tujuh tahun kemudian dia juga lulus sebagai Sarjana Hukum dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta.

Di dunia profesional, Mustoha kini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia, posisi yang diemban sejak 2020. Sebelumnya, dia punya pengalaman panjang di seputar kehutanan dan BUMN. Dia pernah jadi Direktur Utama Perhutani periode 2014-2019, dan sempat singgah sebagai Ketua Dewan Pengawas Perhutani. Posisi komisaris independen juga pernah dia pegang di PT Pusri Palembang.

Selama di Pusri, dia beberapa kali mengisi kuliah umum, seperti di Universitas Bengkulu dan Kuningan. Jadi, sosoknya bukanlah orang baru di dunia akademis maupun bisnis.


Halaman:

Komentar