Uni Eropa akhirnya mengambil langkah tegas. Mereka secara resmi menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. Keputusan ini bukan datang tiba-tiba, melainkan respons atas tindakan keras mematikan yang dijalankan terhadap gelombang unjuk rasa antipemerintah di Iran belakangan ini.
Kaja Kallas, sang kepala kebijakan luar negeri UE, yang mengumumkannya pada Kamis. Para menteri luar negeri negara anggota, katanya, sudah sepakat memberi label itu pada IRGC.
"Penindasan tidak boleh dibiarkan tanpa jawaban," tulis Kallas di sebuah unggahan media sosial.
"Setiap rezim yang membunuh ribuan rakyatnya sendiri sedang menuju kehancurannya sendiri."
Reaksi Teheran datang cepat dan keras. Kementerian Luar Negeri Iran langsung mengecam. Mereka menyebut langkah Brussels itu ilegal, politis, dan melanggar hukum internasional sebuah campur tangan kasar dalam urusan dalam negeri mereka.
Tak hanya protes, Iran juga mengeluarkan peringatan. Mereka menyatakan haknya untuk mengambil langkah balasan yang dianggap perlu. Tujuannya, kata mereka, untuk membela kedaulatan dan keamanan nasional, sambil menuntut pertanggungjawaban Uni Eropa atas segala konsekuensi yang mungkin timbul.
IRGC sendiri bukanlah angkatan militer biasa. Didirikan pasca-Revolusi 1979, korps ini adalah pasukan elit yang langsung bertanggung jawab pada Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Mereka punya pengaruh besar, mengawasi program strategis seperti rudal dan nuklir negara itu.
Artikel Terkait
Toren Air Gratis untuk Warga Jakarta yang Kesulitan Air Bersih
Lemkapi Bongkar Upaya Adu Domba Kapolri dan Presiden Prabowo
Pernyataan Sampai Titik Darah Penghabisan Picu Ancaman Posisi Kapolri
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Tahuna, Getaran Terasa hingga Daratan