TANGERANG - Pencarian selama dua hari berakhir dengan kabar duka. Muhidin, pemuda 21 tahun itu, akhirnya ditemukan tewas di aliran Sungai Cimanceuri, Kemiri, Tangerang, Kamis sore (29/1/2026). Ia hilang setelah tercebur ke sungai yang arusnya sedang deras.
Ceritanya bermula pada Selasa, 27 Januari. Menurut keterangan Basarnas, Muhidin dan beberapa temannya sedang berkumpul di sebuah gubuk tepi sungai. Mereka minum-minuman keras di sana. Lalu hujan turun, dan rencananya mereka mau pindah ke sebuah perahu yang bersandar di pinggir.
Komandan Tim Basarnas Jakarta, Wahyu, menjelaskan kronologinya.
"Korban bersama rekan-rekannya sedang beraktivitas meminum-minuman keras di gubuk tepi Sungai Cimanceuri. Saat itu kondisi hujan maka korban bersama rekannya mengajak berpindah ke atas perahu," ujarnya.
Nah, di momen pindah itulah malapetaka terjadi. Saat melompat ke perahu, Muhidin dan seorang teman perempuannya terpleset. Sang teman berhasil selamat, tapi nasib Muhidin berbeda. Arus sungai yang deras langsung menyapunya, menghanyutkannya hingga tak terlihat.
Tim SAR gabungan lalu turun tangan. Pencarian tak mudah, mengingat kondisi perairan. Baru dua hari kemudian, sekitar 800 meter dari lokasi kejadian, jasad Muhidin berhasil ditemukan.
Adegan pilu pun menyusul. Saat proses evakuasi, adik korban yang menyaksikan langsung jenazah kakaknya terbungkus kantong mayat di atas mobil Basarnas, tak kuasa menahan gejolak perasaan. Ia jatuh pingsan di tempat.
Jenazah Muhidin kemudian diserahkan ke keluarganya. Ia disemayamkan di rumah duka sebelum akhirnya dimakamkan, mengakhiri kisah tragis yang berawal dari pesta miras di tepi sungai.
Artikel Terkait
Kementan Akselerasi Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi Antisipasi Kekeringan
Ekonom: Fungsi APBN Bergeser, Danantara Kini Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
DPR Soroti Kelemahan Sistem di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi, Dorong Evaluasi Keselamatan Total
Trump Kecam Iran dengan Sindiran Pedas dan Gambar AI, Negosiasi Nuklir Makin Buntu