Rabu malam kemarin, tepatnya tanggal 28 Januari, suasana di Kantor Sekretariat Kabinet cukup berbeda. Letkol Teddy Indra Wijaya kedatangan tamu istimewa: Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul. Pertemuan itu sendiri baru diumumkan ke publik keesokan harinya, lewat unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet.
Akun itu menulis, "Menteri Sosial Saifullah Yusuf, mendatangi Kantor Sekretariat Kabinet pada Rabu malam, 28 Januari 2026."
Nah, dari pertemuan itu, terungkap beberapa hal menarik. Menurut Teddy, Gus Ipul datang untuk menyampaikan perkembangan terbaru dari program Sekolah Rakyat. Titik-titik baru program itu dibahas cukup mendalam.
“Selain itu, dibahas pula rencana kerja sama Sekolah Rakyat dengan universitas-universitas dalam negeri serta kedinasan, yang diharapkan dapat menjadi gudang ilmu bagi para lulusan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Ini tentu bukan program biasa. Teddy kemudian bercerita lebih jauh soal latar belakangnya. Ide mendirikan Sekolah Rakyat ini datang langsung dari Presiden Prabowo, dengan satu tujuan besar: memutus rantai kemiskinan yang sudah turun-temurun.
“Presiden ingin anak-anak dari keluarga tidak mampu, yang selama ini tidak mengenyam pendidikan formal, tetap memperoleh akses pendidikan yang layak, kehidupan yang lebih baik, serta asupan makanan bergizi,” jelas Teddy.
Pesan Prabowo tegas. Menurut penuturan Teddy, Presiden menekankan bahwa kemiskinan tidak boleh lagi diwariskan kepada generasi berikutnya. Itu harus berhenti.
“Secara bertahap dan pasti, kualitas hidup seluruh kalangan masyarakat harus diperbaiki, salah satunya melalui sektor pendidikan serta pemenuhan kebutuhan dasar dalam kehidupan sehari-hari,” tandas Sekretaris Kabinet itu menegaskan.
Jadi, pertemuan malam itu bukan sekadar seremonial. Ada agenda konkret di baliknya, yang berusaha menjawab persoalan mendasar negeri ini.
Artikel Terkait
Trump Kecam Iran dengan Sindiran Pedas dan Gambar AI, Negosiasi Nuklir Makin Buntu
Mahfud MD Sorot Lemahnya Pengawasan Internal TNI dan Polri dalam Kasus Andrie Yunus
Jaksa Agung Lantik Sila H. Pulungan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan
Keluarga Nahkoda Kapal Honour 25 yang Disandera Perompak Somalia Masih Menanti Kabar