Isu soal loyalitas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Presiden Prabowo Subianto akhirnya mendapat respons tegas dari Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman. Ia dengan lantang membantah segala desas-desus yang beredar.
"Belakangan ini ada tokoh yang saat tahun politik 2024 kemarin bertentangan dengan Pak Prabowo mengembuskan isu bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit tidak loyal kepada presiden Pak Prabowo,"
Begitu penegasan Habiburokhman dalam keterangannya, Kamis (29/1).
Menurutnya, sang tokoh menyodorkan dua alasan. Pertama, soal pembentukan tim reformasi internal Polri yang lebih dulu dibentuk ketimbang tim dari presiden. Alasan kedua, penolakan Kapolri terhadap wacana penempatan Polri di bawah kementerian.
Habiburokhman justru melihat hal sebaliknya. Baginya, langkah Sigit membentuk tim reformasi lebih awal itu justru bukti kesigapan dan keselarasan dengan visi pimpinan. "Kami perlu tegaskan bahwa pembentukan tim reformasi internal Polri sebelum tim percepatan reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden justru merupakan bentuk loyalitas Pak Kapolri," ujarnya.
Ia menilai itu adalah inisiatif yang positif, sebuah respons cepat terhadap keinginan presiden untuk mempercepat reformasi di tubuh Polri.
Artikel Terkait
Si Monster Tiba di Peru, Akhir Perjalanan Buronan 3 Tahun
KPK Geledah Kantor Disdik Madiun, Sita Uang Tunai Puluhan Juta
Porsche Cayenne Pakai Plat Palsu Kemhan Diamankan di Halim
Histeria Pedagang Sate Saat Patroli Satpol PP Ricuhkan Malioboro