Wall Street baru saja mengawali 2026 dengan sentimen positif. Tapi, pekan ini, suasana hati pasar bisa berubah. Investor bersiap menghadapi sejumlah ujian yang berpotensi memicu gejolak.
Fokus utama kini beralih ke tiga hal: data inflasi terbaru, laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar, dan situasi geopolitik global yang makin panas. Kombinasi ini berisiko mengacaukan ketenangan yang sempat terbangun.
Memang, performa indeks S&P 500 masih bagus. Sepanjang Januari, indeks itu menguat sekitar 1%, melanjutkan tren impresif dari tiga tahun sebelumnya. Namun begitu, di balik angka-angka yang solid itu, ada kegelisahan.
Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Investment Management, mengungkapkan kekhawatirannya.
"Secara keseluruhan untuk tahun ini, fondasi pasar memang kokoh," katanya.
“Namun, saat kita memulai Januari, pasar mungkin kurang menghargai beberapa peristiwa di depan mata yang kemungkinan besar dapat memicu volatilitas lebih tinggi. Suasananya terasa sedikit terlalu tenang,” imbuhnya.
Artikel Terkait
EMAS Kirim Perdana Dore Emas ke Antam, Sinyal Kesiapan Produksi Komersial
Angka Kecelakaan Kerja Indonesia Capai 300.000 Kasus pada 2024
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%