Suara Ana Kasparian, seorang jurnalis Amerika, cukup keras terdengar belakangan ini. Ia menyoroti sebuah fenomena yang menarik: kalangan muda di AS, baik yang beraliran kiri maupun kanan, kini punya pandangan yang sama terhadap Israel. Kebanyakan membenci. Dan menurut Ana, kelompok inilah yang nantinya akan memegang kendali kekuasaan di Amerika.
Kalau dipikir-pikir, arah dunia memang bisa berubah. Pergeserannya mungkin tidak instan, tapi pasti. Semuanya dimulai dari perubahan kesadaran yang tumbuh di tiap generasi baru.
Selama puluhan tahun, narasi Zionisme begitu mendominasi di Amerika. Aliran dana dari pajak warga AS untuk Israel pun seolah jadi hal yang biasa. Namun, sejak peristiwa Operasi Badai Al-Aqsha, angin mulai berhembus ke arah lain. Opini publik global berubah, dan di Amerika sendiri, gelombang penolakan terhadap Israel justru paling kencang di kalangan anak mudanya.
Ini penting. Amerika selama ini jadi penyokong utama Israel. Nah, ketika sikap generasi mudanya berbalik 180 derajat, maka peluang untuk perubahan kebijakan terbuka lebar. Saat kekuasaan nanti beralih ke tangan mereka, segala sesuatu bisa saja mengambil arah yang berbeda.
Memang, perjuangan untuk Palestina bukan perkara singkat. Butuh konsistensi jangka panjang, bukan cuma euforia sesaat yang lalu menguap begitu saja.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat orang-orang, khususnya generasi muda, punya kebencian terhadap Israel? Ana Kasparian punya penjelasan yang blak-blakan.
"Dan itu bukan karena kalian Yahudi," tegasnya.
"Itu karena kalian membantai orang-orang yang tidak bersalah. Karena kalian menganggap diri kalian umat pilihan Tuhan, padahal kalian bertindak seperti iblis."
Katanya lagi, "Kalian suka membantai orang dan mencuri tanah. Kalian menganggap diri kalian lebih baik dari orang lain, merasa berhak atas segalanya bahkan uang pajak kami. Itu menjijikkan."
[VIDEO]
Artikel Terkait
Disdukcapil Maros Jemput Bola Rekam KTP Elektronik bagi ODGJ, Lansia, dan Disabilitas
Bosnia Bekuk Qatar 3-1, Jaga Asa Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Polda Jatim Ungkap 3.157 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Sita 22 Kg Kokain dari Jaringan Internasional
Residivis Bebas Bersyarat Kembali Ditangkap usai Perkosa Mahasiswi di Kulonprogo