✍🏻Moeflich H. Hart (Dosen UIN)
Na'udzubillahi min dzalik… Sungguh, dari semua kisah durhaka anak kepada orang tua yang pernah saya baca, peristiwa di Lombok tahun 2026 ini mungkin yang paling mengerikan. Sebuah kebiadaban yang sulit dicerna akal sehat.
Membantah ibu saja sudah dosa. Menyakiti hatinya, itu durhaka. Tapi membunuhnya? Lalu membakar jasadnya? Saya bertanya-tanya, taubat seperti apa yang bisa menebus dosa sebesar itu di hadapan Allah SWT. Rasanya mustahil.
Kronologi kejadiannya sendiri berawal dari hal yang sepele: uang. Bara Primario, 33 tahun, meminta Rp 39 juta kepada ibunya, Reni Yudi Astuti. Katanya untuk bayar utang. Sang ibu menolak.
Penolakan itu rupanya memicu amarah yang tak terbendung.
Menurut Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid, penolakan itu membuat pelaku sakit hati. "Sehingga terjadilah peristiwa pembunuhan tersebut," ujarnya, seperti dilansir sebuah media online Selasa lalu.
Peristiwa nahas itu terjadi dini hari Minggu, 25 Januari 2026, di rumah mereka di Monjok Timur, Mataram. Saat itu, hanya mereka berdua di rumah. Saat ibunya tidur, Bara mencekik leher sang ibu dengan seutas tali plastik.
Keesokan paginya, dengan mobil Innova Reborn putih miliknya, ia membawa jasad ibunya. Tujuannya: Sekotong, Lombok Barat. Di tengah perjalanan, ia berhenti. Membeli bensin pertalite.
"Dia melihat situasi sepi di sana, makanya dia berhenti dan menurunkan jasad di sana," jelas Kholid.
Kasus ini akhirnya terbongkar berkat kewaspadaan warga. Pada Minggu sore itu, di lahan kosong pinggir jalan Sekotong Barat, ada bau menyengat dan kepulan asap. Mereka mendekat, dan yang mereka temukan adalah pemandangan yang mengharu biru: jasad seorang perempuan hangus terbakar.
Laporan warga itulah yang membawa polisi menyelidiki, dan akhirnya menangkap Bara Primario. Seorang anak yang tega menghabisi nyawa orang yang melahirkannya, lalu berusaha menghapus semua jejak dengan api.
Artikel Terkait
KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar untuk Dalami Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA yang Seret Silmy Karim
Wakil Ketua DPR Temui Mahasiswa yang Berdemo, Bahas Status Tersangka Sejumlah Aktivis Trisakti
Presiden Prabowo Dorong Kesetaraan Pembinaan Atlet Disabilitas dalam Ekosistem Olahraga Nasional
Messi dan David Bersaing Ketat di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026 dengan Tiga Gol