Perempuan di Balik Tudingan Es Spons Kembali Jadi Buruan Netizen

- Rabu, 28 Januari 2026 | 23:50 WIB
Perempuan di Balik Tudingan Es Spons Kembali Jadi Buruan Netizen

Kronologi Pengeroyokan

Perhatian publik pada Suderajat sendiri berawal dari peristiwa Sabtu (24/1/2026) di Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat berjualan, ia mengaku dianiaya dan diintimidasi oleh oknum aparat.

“Saya (diperlakukan) kayak anjing. Kaki disuruh diangkat-angkat. Saya disabet, pakai selang air. Ada 10 orang yang menganiaya saya,” kenang Suderajat dengan pilu, Selasa (27/1/2026).

Trauma itu masih membekas. “Polisi sama TNI yang mukulin saya belum minta maaf sama saya. Kayak (seperti) anjing, saya diseret-seret, disabet apa semuanya. Trauma. Pusing pala saya pak,” ujarnya.

Meski sempat ditahan dan akhirnya dilepas, serta mendapat kompensasi Rp 300.000 dan permintaan maaf dari polisi, Suderajat merasa kerugiannya jauh lebih besar. Dagangannya rusak, badannya sakit, dan mentalnya terguncang.

Es Gabus yang Sebenarnya Aman

Lantas, bagaimana ceritanya sampai es gabus biasa bisa jadi kontroversi? Rupanya, ada laporan warga ke call center 110 yang mencurigai es itu mengandung busa spons (Polyurethane Foam).

Video interogasi Suderajat oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo pun viral. Dalam video itu, Heri menuding es tersebut berbahaya meski belum ada bukti uji lab.

“Kenapa kamu jual?” tanya Heri.

“Kalau berhenti (jualan) anak bini makan apa?” jawab Suderajat mencoba bertahan.

“Ya kamu gimana, ini kalau dimakan sama anak-anak kecil ini bikin penyakit,” balas Heri dengan nada tinggi.

Namun, hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya justru membuktikan sebaliknya. Seluruh sampel dagangan Suderajat es gabus, es kue, agar-agar, hingga meses dinyatakan aman dan layak konsumsi. Tuduhan selama ini ternyata tak berdasar.


Halaman:

Komentar