Ia membenarkan peristiwa itu memang terjadi. Meski begitu, menurutnya, apa yang dilakukan anak buahnya sudah benar dan proporsional. Tindakan itu disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari prosedur pengamanan seorang kepala negara, terutama saat berada di luar negeri.
“Penilaian tersebut didasarkan pada kewajiban utama Paspampres untuk menjamin keselamatan Presiden dalam setiap kegiatan,” katanya menambahkan.
Di sisi lain, Paspampres juga menyampaikan terima kasih atas perhatian publik terhadap kerja mereka. Kolonel Mulyo kembali menegaskan komitmen korpsnya.
“Paspampres menegaskan komitmen untuk terus menjalankan tugas pengamanan kepala negara secara profesional, sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan dinamika di lapangan selama kunjungan kenegaraan,” jelasnya.
Singkatnya, insiden di London itu dipandang sebagai bagian dari dinamika lapangan. Sebuah ketegangan singkat antara protokol keamanan dan kebebasan pers di ruang publik, yang akhirnya berakhir dengan mundurnya petugas.
Artikel Terkait
Masjid Raya Pase Kembali Ramai, Meski 124 Masjid Lainnya Masih Rusak Berat
Prabowo Panggil Menteri, Bahas Strategi Kuasai Kekayaan Alam
Darurat Lahan Sawah: 554 Ribu Hektare Beralih Jadi Perumahan dan Industri
Born to Run: Kisah Dua Keluarga yang Bangkit dari Reruntuhan Kecelakaan