Said Didu Beri Sinyal: "Siapa Presiden Sebenarnya?" Usai Kapolri Tolak Wacana Polri Dibawah Kementerian
Suasana politik kembali memanas. Kali ini, pemicunya adalah wacana reformasi Polri yang menuai penolakan keras dari pucuk pimpinan institusi itu sendiri. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, tak tinggal diam. Ia melontarkan pertanyaan yang menusuk langsung ke jantung persoalan kekuasaan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Lewat pernyataan yang beredar luas, Didu menyorot sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sang jenderal dengan terbuka menampik gagasan penempatan Polri di bawah kementerian. Padahal, opsi itu disebut-sebut sebagai salah satu bentuk perombakan tata kelola kepolisian.
“Pertanyaannya sederhana tapi mendasar: siapa Presiden sebenarnya?”
Ujar Said Didu, Rabu lalu. Pertanyaan itu ia lontarkan bukan tanpa alasan.
Menurut analisisnya, Prabowo punya mandat politik yang kuat untuk mendorong reformasi, termasuk membuka diskursus tata kelola baru. Tujuannya jelas: mencegah penumpukan kekuasaan di satu institusi bersenjata yang terlampau dominan. Namun, situasi berbelok.
Dalam sebuah rapat kerja dengan DPR, Kapolri dikabarkan memberi perintah tegas ke seluruh jajarannya. Intinya: lawan ide penempatan Polri di bawah kementerian itu sampai titik darah penghabisan. Bagi Didu, ini bukan lagi sekadar perbedaan pendapat biasa.
“Kalau Presiden ingin mereformasi, tapi Kapolri memerintahkan jajaran untuk melawan habis-habisan, ini bukan lagi soal beda pendapat. Ini soal siapa yang berkuasa secara de facto,”
Artikel Terkait
Siklus Bencana di Indonesia: Antara Respons Darurat dan Mitigasi yang Terlupakan
Lima Pemburu Diamankan, Rekaman Kamera Trap Ungkap Dugaan Cedera Macan Tutul
Gubernur Pramono Anung Geram, Desak Satpol PP Ganyut Peredaran Tramadol Ilegal di Tanah Abang
Di Balik Forum Perdamaian: Ketika Diplomasi Indonesia Justru Mengukuhkan Penjajahan