Dan yang terakhir, ia harus menjadi pemersatu. Seorang negarawan yang sanggup merawat keragaman Nusantara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, dengan Pancasila sebagai benteng utamanya.
Sutoyo juga mengingatkan kondisi genting yang dihadapi negara. Saat ini Indonesia, seperti banyak negara lain, terjebak dalam apa yang ia sebut “perang nirkontak”. Ini adalah pertempuran pemikiran, ideologi, politik, dan ekonomi. Senjatanya bukan tank atau pesawat tempur, tapi pengaruh dan narasi yang justru lebih mematikan bagi kedaulatan.
“Perang modern tidak lagi diukur dari kemenangan militer,” ujarnya.
“Ini perang pemikiran dan pengaruh. Ironisnya, justru banyak pejabat negara di semua level mudah diajak kompromi untuk menjual kedaulatan.”
Peringatan para pendiri bangsa, kata Sutoyo, kini terasa sangat relevan. Indonesia sejak awal sudah diingatkan sebagai negara yang rawan perpecahan dan penjajahan gaya baru yang bisa jadi lebih kejam daripada masa kolonial dulu.
Terhadap kepemimpinan nasional saat ini, Sutoyo tak menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara terbuka menyoroti kinerja Presiden Prabowo Subianto. Hingga kini, Prabowo dinilainya belum menunjukkan sikap sebagai kepala negara yang negarawan. Bahkan terlihat masih gamang dalam mengambil kebijakan strategis untuk menyelamatkan negara dari pelbagai tekanan.
“Yang muncul justru pemimpin picik, kerdil, tanpa keteguhan hati merawat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya dengan nada prihatin.
“Negara ini tidak butuh pemimpin yang ikut arus, apalagi menjadi antek asing.”
Tanpa kepemimpinan yang kuat, jujur, dan benar-benar berdaulat, masa depan Indonesia sebagai bangsa merdeka terancam. Risiko kehilangan jati diri itu nyata, dan menurut Sutoyo, waktu untuk berbenah semakin sempit.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Tahuna, Pusatnya Hanya 10 Kilometer
Ketua Komisi III Geram: Korban Penjambret Dijerat Hukum, Keluarga Pelaku Malah Minta Uang Kerahiman
Keluarga Penjambret Minta Uang Kerahiman, Komisi III Geleng-geleng
Remaja 16 Tahun Tewas Ditusuk Saat Bela Teman dari Aksi Perundungan di Anyer