Saya sendiri sih nggak mau putus asa. Semoga generasi kalian lebih cerdas. Nggak sampai-sampai masih aja berebut bansos, sembako, kaos, atau amplop. Nggak sampai masih menjilat pejabat. Nangisin pejabat. Atau baper kalau pejabatnya dikritik. Yang dikritik pejabat, kok yang tersinggung malah dia. Semoga pembaca tulisan ini nggak kayak gitu.
Lihat aja perbandingan di foto ini. Ciri negara kaya itu ternyata begini: kabinetnya super gemuk, bagi-bagi jabatan seenak udel, dan triliunan uang rakyat habis cuma buat fasilitas pejabatnya sendiri.
Bahkan waktu mau rapat aja, duh, itu acara rapat atau apa sih? Sesak banget pesertanya. Benar-benar gambaran bangsa yang "besar". Besar halunya.
(Tere Liye, penulis novel "Teruslah Bodoh Jangan Pintar")
Artikel Terkait
Kritikus Soroti Krisis Kepemimpinan: Negara Butuh Negarawan, Bukan Penjual Kedaulatan
MUI Soroti Langkah Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian Trump
Polda Metro Jaya Kerahkan 975 Personel Amankan Jakarta Menjelang Ramadan
Warga Konoha Waswas, Aparat Keamanan Dinilai Tak Lagi Beri Rasa Aman