Badai Salju Tewaskan 30 Jiwa, Ribuan Wilayah AS Terjebak Gelap dan Beku

- Rabu, 28 Januari 2026 | 03:36 WIB
Badai Salju Tewaskan 30 Jiwa, Ribuan Wilayah AS Terjebak Gelap dan Beku

Badai salju yang menggila di Amerika Serikat sudah merenggut nyawa 30 orang. Listrik pun padam di mana-mana, membuat situasi makin runyam.

Angka korban jiwa yang memilukan itu dikumpulkan dari laporan pemerintah negara bagian dan berbagai media lokal. Menurut AFP, penyebab kematiannya beragam banget. Ada yang karena kedinginan akut, kecelakaan lalu lintas di jalanan licin, sampai insiden yang melibatkan seluncur salju, kendaraan ATV, dan bahkan mesin pembersih salju.

Nggak cuma itu, ancaman belum berakhir. Badan Layanan Cuaca Nasional bilang, sebagian besar wilayah utara AS bakal terus-terusan dibekukan suhu di bawah nol derajat. Kondisi buruk ini diprediksi masih akan bertahan sampai tanggal 1 Februari mendatang.

Yang bikin khawatir, dingin yang menusuk tulang ini juga menjalar ke negara-negara bagian selatan. Padahal, wilayah-wilayah itu sama sekali nggak biasa menghadapi cuaca ekstrem semacam ini.

Hujan salju seakan nggak ada habisnya, menimbun tanah dengan lapisan putih yang makin tebal. Di Connecticut, tumpukan salju mencapai 56 sentimeter! Sementara di Boston, Massachusetts, angkanya nggak kalah ekstrem: 40,6 sentimeter.

Gelap Gulita

Dampak paling terasa selain korban jiwa? Pemadaman listrik. Sebagian besar wilayah selatan masih gelap. Tennessee, Texas, Mississippi, dan Louisiana adalah yang paling parah terdampak.

Walikota Nashville, Freddie O'Connell, menggambarkan situasi yang mencemaskan.

Pohon-pohon terus saja tumbang karena beratnya lapisan es yang menyelimuti ibu kota Tennessee itu. Ranting dan batang pohon yang roboh itulah yang kemudian merobohkan jaringan listrik.

Untuk mengatasi krisis, Nashville dan kota-kota lain terpaksa mendirikan tempat penampungan darurat sebagai tempat warganya menghangatkan badan.

Allison Santorelli, ahli meteorologi dari NWS, mengakui kepada AFP bahwa proses pemulihan pascabadai kali ini luar biasa sulit. Cakupannya terlalu luas.

"Banyak lokasi tersebut tidak memiliki sarana atau sumber daya untuk membersihkan setelah kejadian ini," ujarnya.

Dia lalu menambahkan dengan nada prihatin, "Kami sangat khawatir dengan orang-orang di daerah-daerah yang saat ini tanpa listrik."

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar