Di tengah rapat kerja yang digelar Selasa lalu, suara Ketua Komisi V DPR, Lasarus, terdengar tegas. Ia mengingatkan Menteri PU Dody Hanggodo untuk segera menggencarkan pembangunan infrastruktur di Sumatera, khususnya di daerah yang baru saja dilanda banjir dan longsor. Pemulihan ekonomi lokal, menurutnya, sangat bergantung pada hal itu.
Namun begitu, Lasarus tak sekadar minta perbaikan jalan dan jembatan yang rusak. Ada catatan penting yang ia sampaikan. "Pak Menteri, kalau jalannya rusak kita perbaiki jalannya, perbaiki jembatannya, tapi lingkungan jalan dan lingkungan jembatan itu berada, itu kapan pun bisa merusak jalan itu kembali kalau tidak ditangani," ujarnya.
Ia melanjutkan dengan nada yang lebih dalam,
"Oleh karenanya, penanganan ini bukan perkara gampang, Pak. Jadi jalannya rusak bukan jalannya saja diperbaiki. Masih ada kemungkinan longsor di sekitarnya."
Artinya, pembangunan harus mempertimbangkan ancaman bencana di masa depan. Jangan sampai kerja keras hari ini musnah lagi besok.
Lasarus juga menyoroti kondisi sungai-sungai yang porak-poranda. Berdasarkan pengamatannya langsung di lapangan, situasinya cukup memprihatinkan.
"Kemudian sungai, saya sendiri sudah pergi ke sana. Sungai yang jembatannya 100 meter lebih itu sudah tidak ada lagi sungainya, Pak. Sudah rata dengan permukaan tanah. Air mengalir ke mana-mana," ceritanya.
Lalu ia menekankan,
Artikel Terkait
Di Balik Pencabutan Izin Pasca Banjir: Wartawan Senior Pertanyakan Agenda Terselubung
Ombak Tiga Meter, Nelayan Semarang Terjepit Antara Risiko dan Isi Perut
Tegang di Selat Taiwan, PM Jepang Ingatkan Aliansi dengan AS Bisa Runtuh
Komisi Yudisial Desak Tambahan Anggaran dan Revisi UU di Hadapan DPR