Lasarus Ingatkan Menteri PU: Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Harus Komprehensif, Bukan Sekadar Tambal Sulam

- Selasa, 27 Januari 2026 | 15:00 WIB
Lasarus Ingatkan Menteri PU: Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Harus Komprehensif, Bukan Sekadar Tambal Sulam

Di tengah rapat kerja yang digelar Selasa lalu, suara Ketua Komisi V DPR, Lasarus, terdengar tegas. Ia mengingatkan Menteri PU Dody Hanggodo untuk segera menggencarkan pembangunan infrastruktur di Sumatera, khususnya di daerah yang baru saja dilanda banjir dan longsor. Pemulihan ekonomi lokal, menurutnya, sangat bergantung pada hal itu.

Namun begitu, Lasarus tak sekadar minta perbaikan jalan dan jembatan yang rusak. Ada catatan penting yang ia sampaikan. "Pak Menteri, kalau jalannya rusak kita perbaiki jalannya, perbaiki jembatannya, tapi lingkungan jalan dan lingkungan jembatan itu berada, itu kapan pun bisa merusak jalan itu kembali kalau tidak ditangani," ujarnya.

Ia melanjutkan dengan nada yang lebih dalam,

"Oleh karenanya, penanganan ini bukan perkara gampang, Pak. Jadi jalannya rusak bukan jalannya saja diperbaiki. Masih ada kemungkinan longsor di sekitarnya."

Artinya, pembangunan harus mempertimbangkan ancaman bencana di masa depan. Jangan sampai kerja keras hari ini musnah lagi besok.

Lasarus juga menyoroti kondisi sungai-sungai yang porak-poranda. Berdasarkan pengamatannya langsung di lapangan, situasinya cukup memprihatinkan.

"Kemudian sungai, saya sendiri sudah pergi ke sana. Sungai yang jembatannya 100 meter lebih itu sudah tidak ada lagi sungainya, Pak. Sudah rata dengan permukaan tanah. Air mengalir ke mana-mana," ceritanya.

Lalu ia menekankan,

"Kalau hanya diperbaiki jembatannya saja, terus aliran sungainya bagaimana? Alur sungai ini harus diarahkan, Pak. Kalau alur air ini tidak diarahkan, dia akan merusak ke mana-mana tempat."

Intinya, penanganannya harus komprehensif. Terencana dan terukur. Itu poin yang ia tekankan berulang. Dengan perencanaan yang matang, segala kebutuhan mulai dari waktu hingga anggaran bisa dihitung dengan jelas. "Karena kita bukan hanya ngurus bencana saja, Pak Menteri," tuturnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan tentang risiko jika infrastruktur yang ada diabaikan. "Apalagi cerita membangun kita ini, Pak Menteri ya, bangun baru," tambah Lasarus, politikus PDIP itu.

Tak berhenti di situ, ia mendorong agar perbaikan infrastruktur menjangkau kawasan produksi secepat mungkin. Menurutnya, ini kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Yang kedua, untuk mendorong pertumbuhan tentu kita harus meningkatkan pembangunan infrastruktur kita menyentuh tempat-tempat baru, pusat-pusat produksi yang kondisi infrastrukturnya hari ini tidak memadai. Mengakibatkan apa? Mengakibatkan produksi biaya tinggi di masyarakat," papar Lasarus.

Ia lalu memberi contoh nyata yang sedang terjadi,

"Timbul lah beras lebih mahal beras kita di dalam negeri daripada beras yang kita impor dari luar. Karena di luar biaya produksinya lebih murah, kita mahal. Akhirnya harga beras di Bulog tidak bisa menandingi harga beras premium dari luar. Itu kondisi hari ini dan ini harus segera kita perbaiki."

Jadi, pesannya jelas. Membangun pascabencana itu bukan sekadar menambal lubang. Tapi membangun dengan visi ke depan, agar ekonomi bisa bangkit dan masyarakat tak terus-terusan menanggung beban biaya tinggi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler