Diduga Dibunuh, Perempuan 55 Tahun di Ponorogo Tewas dengan Luka Benda Tumpul

- Selasa, 27 Januari 2026 | 12:42 WIB
Diduga Dibunuh, Perempuan 55 Tahun di Ponorogo Tewas dengan Luka Benda Tumpul

Seorang perempuan berusia 55 tahun ditemukan tewas di rumahnya di Desa Golan, Ponorogo, pada Senin lalu. Korban, Nur Aini, warga setempat, meninggal dunia dengan kondisi yang memprihatinkan. Tubuhnya menunjukkan sejumlah luka.

Menurut Sugianto, Humas RSUD dr. Harjono Ponorogo, hasil autopsi awal mengungkap adanya kekerasan. "Korban mengalami luka di bagian kepala, leher sebelah kiri, tangan kanan dan kiri, serta paha. Selain itu terdapat luka lebam di sejumlah titik," jelasnya saat berbincang dengan wartawan, Selasa (27/1).

Dari keterangan itu, kekerasan dengan benda tumpul diduga menjadi penyebab luka-luka tersebut. Area yang terdampak cukup banyak: kepala, leher sebelah kiri, kedua tangan, sampai paha kanan.

Jenazah sendiri baru sampai di rumah sakit sekitar pukul delapan pagi. Saat diterima, kondisi tubuh sudah menunjukkan perubahan. Ada lebam-lebam yang terlihat.

"Kondisi jenazah sudah mulai lebam dan menunjukkan tanda-tanda kematian lebih dari 24 jam," tambah Sugianto. Artinya, kemungkinan besar Nur Aini sudah meninggal sehari sebelum ia ditemukan.

Di sisi lain, penyelidikan kepolisian masih terus berjalan. Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyebut timnya masih mengumpulkan fakta dan menelusuri berbagai kemungkinan.

Salah satu fokus penyelidikan adalah mencari anak korbannya yang berinisial A. Mereka diketahui tinggal serumah, namun kini sang anak hilang kontak.

"Anak korban ini nomor teleponnya tidak dapat dihubungi, juga tidak diketahui keberadaannya," kata Imam.

Namun begitu, polisi mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. "Tapi kami belum berani menyimpulkan sebelum ada titik terang, mohon masyarakat bersabar dan tidak berspekulasi," pungkasnya. Pencarian dan pemeriksaan mendetail masih dilakukan untuk mengungkap kasus ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar