Gedung DPR di Senayan kembali ramai pada Selasa (27/1) pagi. Rapat Paripurna ke-12 digelar, dan agenda utamanya cukup krusial: memutuskan sejumlah hasil fit and proper test untuk calon pejabat negara. Suasana di ruang sidang utama mulai terasa padat menjelang pukul 10.30 WIB, saat rapat resmi dibuka.
Dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Saan, yang didampingi Cucun Ahmad Syamsurijal di kursi pimpinan, rapat diawali dengan pengecekan kuorum. Saan menyebut angka kehadiran: 220 anggota hadir, sementara 119 lainnya absen. Namun, sebelum masuk ke agenda inti, suasana tiba-tiba berubah hening.
Saan menyampaikan kabar duka. Suaranya terdengar berat mengawali pernyataan resmi pimpinan DPR.
“Pada kesempatan ini atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPR RI kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana banjir di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, musibah tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat dan lainnya serta kecelakaan pesawat ATR 42-500,” ucap Saan.
“Semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi allah swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.”
Ia tak berhenti di situ. Tekanan dalam suaranya jelas terdengar ketika menekankan pentingnya respons yang cepat. “DPR RI mendorong pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk mengambil langkah cepat dan terkoordinasi dalam penanganan darurat, pemulihan pascabencana, serta peningkatan upaya mitigasi guna meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang,” tambahnya. Pesannya singkat tapi tegas: penanganan harus terukur, tidak boleh asal-asalan.
Setelah momen hening itu, rapat pun bergulir. Fokus beralih ke agenda pemungutan suara. Hari ini, setidaknya ada tiga hasil uji kelayakan dari berbagai komisi yang menunggu keputusan final sidang paripurna.
Yang paling banyak disorot adalah calon Deputi Gubernur BI. Komisi XI sudah lebih dulu menyepakati nama Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, untuk posisi itu. Jadi, rapat paripurna tinggal mengukuhkannya saja. Selain itu, ada juga hasil uji kelayakan dari Komisi II untuk calon anggota Ombudsman RI periode 2026-2031, serta dari Komisi VIII terkait calon anggota Baznas.
Nah, ada satu hal lagi yang menarik perhatian. Paripurna juga akan memutuskan soal penunjukan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi. Keputusan ini tentu punya bobot politiknya sendiri, dan menjadi perhatian banyak pengamat yang mengikuti jalannya rapat.
Rapat berjalan terbuka untuk umum. Sekarang, tinggal menunggu hasil akhir pemungutan suara. Apakah semua calon yang diusulkan komisi akan lolos mulus? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar
Mahfud MD Sebut Video Ceramah Jusuf Kalla di UGM Dimutilasi untuk Adu Domba Umat Beragama