Dua Jenderal Puncak China Diselidiki, Guncang Pucuk Pimpinan Militer

- Selasa, 27 Januari 2026 | 10:48 WIB
Dua Jenderal Puncak China Diselidiki, Guncang Pucuk Pimpinan Militer

Gelombang penyelidikan besar-besaran kembali mengguncang tubuh militer China. Kali ini, dua jenderal paling puncak yang jadi sasaran. Zhang Youxia dan Liu Zhenli, nama-nama besar yang selama ini memegang kendali strategis, kini diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum serius. Banyak yang bilang, ini adalah operasi pembersihan terbesar sejak era Mao berakhir.

Pengumuman resmi datang lewat juru bicara Kementerian Pertahanan, Jiang Bin. Dalam sebuah rilis video, ia menyatakan dengan tegas bahwa kedua perwira tinggi itu sedang diselidiki.

“Anggota Politbiro dan Wakil Ketua CMC Zhang Youxia serta anggota CMC dan Kepala Departemen Staf Gabungan CMC Liu Zhenli diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius,”

Begitu pernyataan Jiang, seperti dilaporkan AFP akhir pekan lalu. Namun, detail konkret soal apa pelanggaran mereka, masih tertutup rapat. Kementerian hanya menegaskan soal dugaan pelanggaran disiplin partai dan hukum negara, tanpa rincian lebih lanjut.

Posisi mereka sungguh sentral. Zhang Youxia, di usianya yang ke-75, bukan cuma Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC). Dia juga anggota Politbiro, badan eksekutif inti Partai Komunis China yang beranggotakan 24 elite. Di sisi lain, Liu Zhenli yang lebih muda, 61 tahun, memegang kendali operasional harian militer sebagai Kepala Departemen Staf Gabungan PLA. Peran mereka vital.

Yang menarik, Zhang Youxia selama ini dikenal sebagai rekan dekat Presiden Xi Jinping. Mereka punya ikatan lama; sama-sama anak dari tokoh revolusioner, dan sama-sama punya darah militer sejak muda. Zhang bahkan punya pengalaman tempur nyata di perang perbatasan melawan Vietnam tahun 1979. Namun begitu, kedekatan itu rupanya tidak menjadi tameng.

Dengan diselidikinya mereka berdua, peta kekuasaan di CMC jadi berubah drastis. Praktis, hanya tersisa dua figur aktif: Xi Jinping sebagai ketua, dan Zhang Shengmin sebagai wakil ketua. Nah, Zhang Shengmin ini sendiri punya peran ganda. Selain jenderal dari Pasukan Roket, dia juga duduk di lembaga antikorupsi tertinggi partai. Situasinya jadi makin rumit.

Guncangan ini bukan yang pertama. Sejak Oktober tahun lalu, setidaknya sembilan perwira tinggi sudah terjaring. He Weidong, yang dulu adalah wakil ketua CMC lainnya, lebih dulu dicopot. Menyusul kemudian nama-nama besar seperti mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu dan Wei Fenghe, serta eks Kepala Departemen Politik PLA, Miao Hua. Polanya jelas: pembersihan berlapis.

Media internasional seperti Reuters menyoroti betapa langka kasus setinggi ini. Mereka menyebutnya sebagai penyelidikan tertinggi di tubuh militer dan menilai aksi ini sebagai "pembersihan jenderal" paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Ibarat gempa, getarannya terasa ke seluruh lapisan komando.

Kedua jenderal ini sendiri baru menduduki posisi puncaknya pada Maret 2023, bersamaan dengan digelarnya Kongres Rakyat Nasional. Tidak sampai dua tahun menjabat, karir mereka sudah terancam runtuh. Sekarang, semua mata tertuju pada bagaimana partai akan mengakhiri kasus ini. Apa hasil penyelidikannya, dan dampak apa yang akan ditimbulkan pada kekuatan tempur China ke depannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar